Dewanusantaranews.com – Jakarta Ironis, Memperihatinkan Berbalut Sedih Menyayat hati Sanubari Melihat Penderitaan Rakyat Palestina Seminggu belakangan ini Rilis Prof Dr Sutan Nasomal Pakar Hukum Internasional yang dikirimkan ke seluruh Pemimpin Redaksi Media Cetak dan Onlen dalam dan luar negeri. ”
Tidak ada akses bantuan yang bisa masuk ke wilayah penampungan para pengungsi Masyarakat korban perang di Palestina sudah empat bulan lebih.
Bahkan selama perang dari Oktober 2023 sampai April 2025 jumlah anak menjadi korban perang sangat luar biasa.
Israel telah membuat anak anak palestina mati kelaparan setiap minggunya 30 orang
Catatan kami lebih 2000 anak anak mati kelaparan selama konflik perang di Palestina menurut PROF DR KH SUTAN NASOMAL SH,MH dan hal ini di sampaikan kepada media.
Upaya negara negara yang ingin membantu Masyarakat Palestina terkendala dengan blokade tentara Israel
Maka ribuan anak anak Palestina mengalami Gizi Buruk dari Maret 2024
Jalan jalan tikus di bawah tanah sudah tertutup antara Palestina dan Negara Negara Islam di sekitarnya. Sehingga relawan tidak mungkin memanfaatkannya.
Di ketahui pula ranjau darat serta pengawasan ketat melalui dron sangat banyak.
Untuk mendapatkan air minum saja belum tentu ada dalam 7 hari 1 galon air di tempat tempat relawan yang membagikan air. Sangat ketat di tutup oleh tentara israel.
Tidak saja rumput atau batang tanaman untuk bisa di makan. Kardus atau kertas saja bisa di makan oleh anak anak karena sangat lapar. Memang tidak ada lagi air dan gandum selama berbulan bulan. 11 bulan terakhir teriakan lapar dari anak anak Palestina tidak juga menyelesaikan konflik.
Banyak hal yang di rahasiakan oleh PBB bagaimana penderitaan anak anak dan wabah kelaparan akut lebih 30.000 anak anak tiap bulannya. PBB menikmati pembantaian atau genosida untuk anak anak korban perang.
Mengapa PBB merahasiakan kelaparan pada anak anak Palestina karena PBB tidak berani melawan kejahatan Israel dan USA












