Dari dalam tas berwarna biru yang dibuang tersangka, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang diduga kuat merupakan narkotika jenis sabu. Petugas kemudian melanjutkan penggeledahan di dalam rumah tersangka dan turut menemukan satu unit timbangan digital di dalam kamar. Secara keseluruhan, barang bukti yang berhasil diamankan antara lain 10 bungkus plastik klip kecil dan 1 plastik klip sedang yang diduga berisi sabu, 1 unit ponsel Samsung warna hitam, 1 buah kaca pirex, 1 buah alat isap atau bong, 3 buah skop dari pipet, 1 buah timbangan elektrik, 4 buah plastik klip kosong, 2 buah mancis, serta uang tunai sebesar Rp230.000,-.
Yang membuat kasus ini semakin menarik perhatian, tersangka NPT alias UT ternyata bukan wajah baru dalam perkara narkoba. Ia merupakan mantan residivis narkoba yang pernah ditangkap pada Juli 2019 dan telah menjalani hukuman selama tujuh tahun berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Simalungun. Namun jera tampaknya belum hadir dalam dirinya, karena seusai menjalani masa hukuman, tersangka diduga kembali terlibat dalam jaringan peredaran narkoba.
Seluruh barang bukti beserta tersangka NPT alias UT selanjutnya diserahkan kepada Satresnarkoba Polres Simalungun untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Penangkapan ini melibatkan lima personel Polsek Dolok Batu Nanggar, yakni IPDA Liwusha Radot Siagian, S.H., AIPTU Yunus Manurung, AIPDA Suhendrik, Brigpol Bima Yudistira, dan Brigpol Wayan Masrian.
“Kami mengapresiasi masyarakat yang telah aktif memberikan informasi. Tanpa peran serta warga, pengungkapan seperti ini tidak akan berjalan maksimal,” pungkas AKP Gunawan Sembiring.
Polres Simalungun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi peredaran narkoba dan tidak segan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada aparat kepolisian terdekat demi menjaga generasi bangsa dari bahaya narkotika.
Laporan AG/Taruli Clarisa Tambunan SE












