Diduga kuat, motif di balik tindakan tragis ini adalah keputusasaan akibat hubungan asmara yang berakhir. Korban diketahui baru saja diputuskan oleh kekasihnya yang tak lain adalah saksi Nike Ardillah Gultom sendiri, sehingga korban diduga nekad mengakhiri hidupnya di gubuk milik orang tua sang mantan kekasih.
Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RSUD Djasamen Saragih untuk pemeriksaan VER luar sesuai permintaan keluarga, sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka.
“Kami menyampaikan duka yang mendalam kepada keluarga korban. Polres Simalungun memastikan seluruh proses penanganan berjalan dengan baik, transparan, dan penuh rasa kemanusiaan. Situasi di lokasi saat ini dalam keadaan aman dan kondusif,” ungkap AKP Verry Purba mengakhiri keterangannya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan mental dan tidak mengambil keputusan fatal dalam menghadapi tekanan hidup, termasuk masalah hubungan asmara. (joe)
Himbauan Polres Simalungun: Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami tekanan mental atau pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi layanan kesehatan jiwa terdekat atau Into The Light Polri di 110
Laporan AG












