Pelatihan Dalmas sendiri merupakan bagian integral dari kesiapan operasional kepolisian. Dalam pelatihan ini, para personel diajarkan berbagai teknik dan strategi menghadapi situasi massa, mulai dari pencegahan, pengendalian, hingga penanganan situasi yang memerlukan tindakan tegas namun tetap dalam koridor hukum.
“Kami tidak pernah tahu kapan situasi akan memerlukan pengerahan personel untuk pengendalian massa. Bisa jadi ada aksi demonstrasi, unjuk rasa, atau kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah besar. Dengan pelatihan ini, personel kami siap mengamankan dengan profesional,” ucap Kompol M. Manik menjelaskan urgensi pelatihan.
Kabag Ops juga menekankan bahwa pelatihan ini bukan sekadar formalitas, tetapi benar-benar diarahkan untuk meningkatkan kapasitas personel. “Materi yang diberikan sangat aplikatif dan sesuai dengan kondisi lapangan. Kami ingin memastikan bahwa setiap personel memiliki kemampuan yang sama dalam menangani situasi massa,” ungkap Kompol M. Manik.
Pelatihan Dalmas di Polres Simalungun juga menjadi bukti komitmen institusi kepolisian dalam menjaga profesionalisme. Di tengah berbagai dinamika sosial dan politik yang terjadi di masyarakat, kesiapan personel dalam menangani berbagai situasi menjadi kunci terciptanya keamanan dan ketertiban.
“Kami berharap dengan pelatihan ini, masyarakat Simalungun bisa merasa lebih aman dan tenang. Polres Simalungun selalu siap menjaga keamanan dan ketertiban dengan profesional dan proporsional,” kata Kompol M. Manik menegaskan.
Di akhir penjelasannya, Kabag Ops mengajak masyarakat untuk terus mendukung upaya kepolisian dalam menjaga keamanan. “Keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi, tapi juga seluruh elemen masyarakat. Mari kita jaga bersama kondusivitas wilayah Simalungun,” pungkas Kompol M. Manik menutup pernyataannya dengan optimis.
(AG)












