Kalimat pantun yang disampaikan justru melahirkan kebaikan dan kebarokahan tersendiri bagi paslon nomor urut 02.
Betapa tidak bahwa 2 kalimat yang disampaikan oleh Baharuddin Siagian dalam pantun tersebut justru memposisikan diri beliau sebagai sosok calon pemimpin yang jujur, terbuka dan bicara apa adanya pungkasnya.
Pertama, beliau tidak pernah menyembunyikan identitas kesukuan apalagi sekedar untuk mendapatkan simpati masyarakat dengan berlindung dibalik suku tertentu.
Kedua, pengakuan jujur dan tulus Baharuddin Siagian tentang tanah melayu.
Batubara ini tanah melayu diakui secara jujur tidak ditutupi menunjukkan sikap memahami dimana bumi di pijak disitu langit dijunjung.
Akhirnya polemik ini diyakini rakyat untuk memilih Paslon 02 tanggal 27 November 2024 yang akan datang, ucap ketua Pd Alwasliyah
Kami berharap mari kita berkompetisi dengan baik, raih simpati masyarakat rakyat dengan gagasan yang cerdas dan sentuhan kepedulian terhadap kegundahan mereka.
Saatnya hentikan kebiasaan menggunakan issue suku menjadi alat kampanye sebab kita tidak ingin terjadi perpecahan sesama kita.
Pantun Baharuddin Siagian tersebut merupakan pantun perjuangan wujud dari semangat merebut hati masyarakat bukan pantun SARA.












