Program tersebut meliputi KISAH (Keluarga Indonesia Sejahtera dan Harmonis), KRISAN (Keluarga Indonesia Sadar Narkoba), KISAK (Keluarga Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan), KILAS (Keluarga Indonesia Lindungi Anak dari Kekerasan Seksual), KIAT (Keluarga Indonesia Anti-Trafficking), serta PKBN (Pembinaan Kesadaran Bela Negara).
Menurutnya, seluruh program ini harus dijalankan secara bersama-sama agar memberikan manfaat nyata bagi warga sekaligus meningkatkan kualitas Nagori Dolok Maraja sebagai nagori teladan.
Sri Wahyuni menambahkan bahwa hasil pemantauan yang telah dilakukan menjadi dasar evaluasi bersama. “Masih terdapat beberapa aspek yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan. Untuk itu, kami membagi peserta ke dalam kelompok kerja yang akan didampingi langsung oleh OPD sesuai bidang tugasnya, sehingga setiap indikator penilaian dapat dipenuhi secara lebih efektif dan terukur,” ungkapnya.
Melalui rapat ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara TP PKK Kabupaten, pemerintah kecamatan, pemerintah nagori, serta seluruh instansi pembina. Kerja sama ini menjadi kunci utama dalam menyukseskan Program PAAREDI sekaligus mempersiapkan Nagori Dolok Maraja menghadapi tahapan penilaian berikutnya agar dapat memberikan hasil terbaik bagi Kabupaten Simalungun.
Laporan AG












