Scroll untuk baca artikel
Deskripsi Gambar Deskripsi Gambar
Berita

Peresmian Pengembangan Operasional Produksi PT UOI di KEK Sei Mangkei, Bupati Simalungun: Pentingnya Sinergi Pemerintah Pusat, Daerah, BUMN, Dunia Usaha dan Masyarakat

×

Peresmian Pengembangan Operasional Produksi PT UOI di KEK Sei Mangkei, Bupati Simalungun: Pentingnya Sinergi Pemerintah Pusat, Daerah, BUMN, Dunia Usaha dan Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pembangunan jaringan pipa gas Dumai–Sei Mangkei dengan nilai investasi sekitar Rp3,5 triliun, yang diharapkan dapat menjamin kepastian pasokan energi bagi sektor industri.

Selain jaringan gas, pemerintah juga memperkuat pasokan listrik berbasis energi terbarukan melalui percepatan operasional PLTA Batang Toru berkapasitas 510 MW, PLTA Asahan 3 berkapasitas 150 MW, serta optimalisasi potensi energi panas bumi di Sumatera Utara.

“Dengan ketersediaan gas, listrik terbarukan, dan bahan baku yang cukup di dalam satu ekosistem KEK Sei Mangkei, daya saing produk industri kita di pasaran global akan menjadi sangat tinggi,” ujar Yuliot.

Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang mengungkapkan, hingga pertengahan tahun 2026, KEK Sei Mangkei telah menarik akumulasi investasi sebesar US$1,87 miliar dari 29 pelaku usaha serta menyerap lebih dari 16.000 tenaga kerja. PT UOI sendiri menjadi salah satu investor penting di kawasan ini.

Baca Juga  Timsus Dayok Mirah Polres Pematangsiantar Sisir Kota Tengah Malam, Pastikan Pematangsiantar Tetap Aman dan Kondusif

Pada semester I tahun 2026, ekspor UOI tercatat memberikan kontribusi sebesar US$403 juta, atau lebih dari separuh total ekspor KEK Sei Mangkei yang mencapai US$778 juta. Capaian tersebut menunjukkan bahwa pengembangan hilirisasi komoditas, khususnya kelapa sawit, mampu menciptakan nilai tambah yang besar sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global.

Chief Supply Chain Officer Unilever Willem Uijen juga menyampaikan optimisme terhadap masa depan manufaktur berkelanjutan di Indonesia. Secara keseluruhan, fasilitas operasional UOI diproyeksikan mampu mengirim hingga 600.000 ton produk oleokimia ke lebih dari 30 negara, dengan potensi nilai ekspor mencapai US$800 juta.

Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih menyampaikan bahwa keberadaan dan pengembangan KEK Sei Mangkei merupakan peluang besar bagi Kabupaten Simalungun dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga  Polsek Baradatu Amankan Ibadah Doa Bersama Umat Kristiani di Gereja Bethel

Perkembangan kawasan industri tersebut diharapkan dapat terus membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperluas peluang usaha bagi masyarakat dan pelaku UMKM lokal.

“Keberadaan KEK Sei Mangkei harus mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Simalungun. Kita berharap investasi yang terus berkembang di kawasan ini dapat membuka lebih banyak kesempatan kerja, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta memberikan peluang yang lebih luas bagi pelaku usaha dan UMKM lokal,” ujar Bupati.

Bupati juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dunia usaha, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem investasi yang sehat dan berkelanjutan.

Pengembangan industri di KEK Sei Mangkei diharapkan semakin memperkuat posisi Kabupaten Simalungun sebagai salah satu kawasan strategis dalam pengembangan industri hilir dan investasi di Sumatera Utara, serta terus menjadi motor penggerak hilirisasi industri, pertumbuhan investasi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga  Dugaan Jaringan Perekrutan Anak di Simalungun, Peran Aldi Kini Jadi Sorotan Penyelidikan

Laporan AG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *