“Pemerintah Kabupaten Simalungun berkomitmen membangun tata kelola pemerintahan yang semakin transparan, akuntabel, efektif, dan efisien. Pemanfaatan teknologi dan layanan perbankan digital menjadi bagian penting untuk memastikan setiap proses transaksi dan pengelolaan keuangan daerah dapat dilakukan secara tertib, mudah dipantau, dan dipertanggungjawabkan,” ujar Bupati.
Lebih jauh, Bupati menegaskan kolaborasi ini diharapkan tidak hanya sebatas penyediaan layanan perbankan, melainkan menjadi bagian dari transformasi pengelolaan pemerintahan yang memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Prinsipnya, setiap rupiah yang dikelola pemerintah harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Karena itu, tata kelola yang baik, transparansi, dan akuntabilitas harus menjadi fondasi dalam setiap kebijakan dan pengelolaan keuangan daerah,” tegasnya.
Selain penguatan sistem transaksi dan pengelolaan keuangan daerah, kerja sama ini juga mencakup dukungan pembiayaan melalui KUR Mikro Cluster Jagung. Program tersebut diharapkan dapat memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha dan petani, sekaligus mendorong pengembangan sektor-sektor produktif di Kabupaten Simalungun.
Acara itu turut dirangkai dengan kegiatan High Level Meeting (HLM) yang membahas kesiapan Kabupaten Simalungun dalam penerapan program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dengan melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara.
Melalui sinergi dan kolaborasi yang kokoh ini, Pemkab Simalungun terus mendorong terwujudnya transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan, peningkatan inklusi keuangan, serta penguatan sektor ekonomi produktif.
Kerja sama dengan Bank Sumut diharapkan menjadi langkah strategis yang mempercepat terwujudnya Kabupaten Simalungun yang semakin maju, efektif, transparan, dan berorientasi penuh pada kesejahteraan seluruh masyarakat.
Laporan AG












