“Kita harus sepakati bersama, venue harus fungsional dan aman bagi atlet. Dengan kondisi saat ini, kita gunakan standar fungsional, artinya atlet bisa bertanding dengan aman dan menampilkan performa terbaik. Jadi kita tidak lagi berbicara konteks ideal,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan akan menugaskan dua staf khusus untuk membantu tim cabang olahraga mencatat kebutuhan teknis, sehingga laporan lebih jelas dan tidak menimbulkan perdebatan pada pelaksanaan nanti. Selain itu, logo resmi Porprov 2026 telah disepakati dan akan dilaunching pada Rapat Kerja KONI Riau bulan September mendatang.
Di sisi lain, Ketua KONI Siak, Husni Merza, menjelaskan bahwa momentum Porprov ini juga penting, salah satunya menjadi ajang memperkenalkan Kabupaten Siak lebih luas.
“Salah satu yang kita tawarkan dalam Porprov 2026 nanti adalah daya tarik wisata yang ada di Siak agar lebih dikenal masyarakat luas. Nanti kita bersama-sama akan meninjau venue yang akan digunakan dalam pertandingan di Kabupaten Siak,” ujar Husni.
Acara penyambutan ditutup dengan makan siang bersama, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan sejumlah venue olahraga di wilayah Kabupaten Siak. Survei ini diharapkan memberikan gambaran utuh bagi tim PB Porprov dalam menilai kesiapan Siak menuju tuan rumah Porprov 2026.
Parlindungan Tambunan












