Mereka adalah Dr. Aditia Gunawan dari Perpustakaan Nasional RI, Iik Idayanti, M.Hum., filolog Riau sekaligus dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning, Datuk Budi Rahmad Ramadhan dari Lembaga Adat Melayu Riau Kabupaten Siak, serta Dr. Ir. H. Wan Muhammad Yunus, MT., dosen Universitas Riau.
Hendro menjelaskan, Syair Perang Siak merupakan naskah kuno yang memiliki nilai penting bagi sejarah dan identitas masyarakat Siak. Naskah tersebut telah ditetapkan sebagai Ingatan Kolektif Nasional (IKON) 2026 oleh Perpustakaan Nasional RI.
Menurut dia, pengakuan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan perhatian masyarakat terhadap pelestarian naskah kuno sebagai sumber pengetahuan sejarah dan warisan budaya bangsa.
Pemkab Siak mengajak masyarakat untuk mengikuti seminar secara daring melalui Zoom Meeting maupun siaran langsung di kanal YouTube Perpustakaan Nasional RI. Panitia juga menyampaikan bahwa peserta yang mengikuti kegiatan tersebut berkesempatan memperoleh sertifikat elektronik (e-sertifikat).
“Mari bersama-sama kita jaga dan lestarikan warisan budaya serta ingatan kolektif Bumi Melayu Siak demi martabat bangsa,” ujar Hendro.
Parlindungan Tambunan












