Keluarga kemudian melakukan pemeriksaan hingga Hamizan didiagnosis bahwa ia menderita dextrocardia situs inversus, dengan LA dan LV berada di sebelah kanan.
Sebelumnya, keluarga juga menerima dukungan dari Baznas, pemerintah kampung, dan masyarakat sekitar yang meringankan biaya operasi pertama di Jakarta. Bantuan dari berbagai pihak ini secara keseluruhan telah membantu proses pengobatan Hamizan berjalan lancar.
Dengan mata berkaca-kaca, orang tua Hamizan, Rio Rohman dan Rizky Widya, menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan.
“Alhamdulillah kami sangat bersyukur atas perhatian dari Pemkab Siak, pemerintah kampung, Baznas, masyarakat, dan Yayasan Jantung Indonesia. Terimakasih atas bantuannya, ini sangat membantu kami dalam proses pengobatan anak kami,” ucapnya.
Berdasarkan rekomendasi medis, Hamizan masih akan menjalani operasi lanjutan pada usia sekitar empat tahun. Pemerintah Kabupaten Siak berharap Hamizan dapat terus memperoleh perawatan terbaik dan tumbuh sehat di tengah dukungan semua pihak.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara Pemkab Siak, Yayasan Jantung Indonesia, dan masyarakat, dalam memberikan perhatian dan dukungan berkelanjutan bagi anak-anak dengan kelainan jantung bawaan serta warga yang membutuhkan bantuan khusus.
Parlindungan Tambunan












