“Ini merupakan wujud komitmen TNI AD dalam mencetak prajurit berkualitas tanpa intervensi dan tanpa pungutan liar,” tegasnya saat membacakan amanat Aspers Kasad, Mayjen TNI Arief Gajah Mada.
Pangdam juga menegaskan bahwa seleksi ini adalah bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang bertujuan memperkuat pertahanan negara sekaligus mendukung kebijakan pemerintah, termasuk program swasembada pangan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap calon prajurit yang terpilih adalah yang terbaik dan siap mengabdi untuk bangsa dan negara,” ujar Mayjen TNI Jamallulael kembali menegaskan. (Pendam XII/Tpr)












