Sayangnya, situasi tersebut justru dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menjatuhkan kinerja aparat dan petugas lapangan, dengan memelintir fakta melalui media misterius.
“Saya minta masyarakat jangan mudah percaya dengan informasi hoaks seperti itu. Mari bijak dalam menerima dan menyebarkan berita,” tegas Muksin menutup pernyataannya.
Terkait sistem antrean yang disorot dalam pemberitaan, Muksin menambahkan bahwa nomor antrean memang diberlakukan untuk menghindari keributan dan saling serobot antar sopir truk. Nomor tersebut ditentukan melalui undian yang dilakukan bersama oleh para sopir.
Truk yang belum mendapatkan giliran pada hari itu akan diprioritaskan pada hari berikutnya.
Sementara pengaturan lalu lintas di area SPBU dilakukan oleh petugas kepolisian bernama Hayrul, yang hanya bertugas untuk memastikan arus kendaraan tetap tertib selama proses pengisian BBM berlangsung.
( Amir/Sitriyanti )












