Kemudian ada 6 Daerah di Tingkat Madya dan 1 di Tingkat Pratama. 6 (enam) daerah memperoleh penghargaan di tingkat Madya, yakni Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Kampar, Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Pelalawan, dan Kabupaten Rokan Hulu. Terakhir, Kabupaten Rokan Hilir berhasil meraih kategori Pratama.
Selanjutnya, Hj.Fariza menegaskan bahwa penghargaan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjuangan yang lebih besar dan kompleks. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berkolaborasi.
“Ini bukan akhir, tapi awal dari perjuangan kita untuk menjadikan Riau sebagai rumah yang aman dan nyaman bagi setiap anak,” tegasnya.
Disisi lainnya, Fariza juga menyoroti pentingnya sistem layanan terpadu untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak. Semua pihak harus berkomitmen untuk terus meningkatkan perlindungan dan kepedulian terhadap Perempuan dan Anak.
“Mari Kita bersama membuat sistem layanan terpadu,agar perempuan dan anak terhindar dari kekerasan, satu anak terlindungi, satu perempuan terpulihkan, satu keluarga terselamatkan,” tandasnya.
Dengan raihan ini, Provinsi Riau kini menempatkan diri sebagai salah satu daerah terdepan dalam pembangunan berbasis hak anak. Momentum ini akan terus dijaga dan diperkuat, demi mewujudkan Riau Layak Anak secara paripurna dan berkesinambungan. Peran – serta kolektif adalah kunci sukses mewujudkannya. *(H.Sihombing)*












