Di sisi lain, sejumlah warga yang ikut hadir dalam aksi tersebut mengatakan bahwa mereka telah terlalu sering melihat atau mengalami sendiri tindakan kasar yang dilakukan oknum debt collector. Banyak yang mengaku takut melintas di area tertentu karena maraknya aksi perampasan, penghadangan, atau pengambilan kendaraan secara paksa. Karena itu, aksi BARA HATI dianggap sebagai penyambung suara rakyat kecil yang selama ini merasa tidak berdaya.
Aksi unjuk rasa ini berjalan tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Meski berlangsung damai, suara masyarakat tampak sangat tegas dan keras menolak segala bentuk kekerasan yang mengatasnamakan profesi debt collector. Mereka berkomitmen akan terus menyuarakan tuntutan ini sampai para pelaku ilegal benar-benar ditindak dan praktik tersebut hilang dari Kota Pematangsiantar.
Masyarakat berharap agar aksi ini membuka mata seluruh pihak, terutama perusahaan pembiayaan dan aparat penegak hukum, bahwa keamanan publik adalah hal yang tidak bisa dinegosiasikan. Mereka menegaskan bahwa gerakan untuk tumpas habis begal debt collector bukanlah gerakan emosional, tetapi jeritan panjang dari warga yang ingin kembali hidup aman, tenang, dan bebas dari intimidasi di tanah kelahirannya.
(H.nst)












