LCI-RIAU juga menegaskan, kepala sekolah dan tenaga pendidik adalah pelaksana kebijakan yang bekerja di bawah tekanan besar. Mereka memikul tanggung jawab ganda: memastikan pendidikan berjalan, sekaligus mempertanggungjawabkan setiap rupiah anggaran yang digunakan. Maka ketika muncul oknum yang memanfaatkan celah transparansi untuk kepentingan pribadi, hal itu sama saja melukai semangat kebersamaan yang sedang dibangun negara.
“LCI-RIAU tidak menutup mata terhadap pentingnya kontrol sosial. Tapi kami juga tidak akan diam bila kontrol itu berubah bentuk menjadi intimidasi,” ujar Manalu tegas.
Ia menambahkan, sudah seharusnya masyarakat membedakan antara pengawasan yang berdasar niat baik dan tekanan yang berbalut kepentingan tersembunyi. Karena dari cara kita mengawal kebenaran, di situlah ukuran moral sebuah profesi dapat diukur.
Melalui pernyataan ini, LCI-RIAU mengajak semua pihak — terutama para insan pers dan aktivis sosial — untuk kembali ke semangat awal perjuangan: menegakkan kebenaran dengan cara yang beretika. Dunia pendidikan, kata Manalu bukan ladang untuk menebar ketakutan, tetapi taman bagi lahirnya generasi bangsa yang merdeka dalam berpikir dan berkarya. (Team Garda SC)












