“Kami tidak ada meminta uang pak. Dan jika hal itu benar ada, kami pastikan siapapun oknum yang melakukannya, baik yang menerima atau yang memberi suap harus dikeluarkan (dipecat) dari sini,”ungkapnya.
Ketika kru media menyinggung nama MWP, yang diduga melakukan pungli dengan cara meminta uang kepada calon tenaga security yang ingin bekerja, Vincent Nadeak menjelaskan jika MWP adalah tenaga Admin PT JWM.
“MWP adalah tenaga admin PT JWM pak. Dan memang berkantor di sini,”jelasnya.
Lanjutnya menerangkan, terkait desas desus suap ini kami pun sudah mendengarnya. Dan sudah pernah memanggil tenaga admin MWP atau biasa dipanggil Bw tersebut. Dan selanjutnya kami pun akan menyurati pimpinan PT JWM di Jakarta. Karena kami juga ingin agar masalah ini cepat selesai dan nama baik kami tidak terseret,” pungkasnya.
Atas hal ini, publik berharap agar persoalan ini dapat segera diselesaikan. Sekaligus meminta ketegasan PTPN 4 dalam memilih partner kerja atau vendor. Karena praktek pungli atau suap menyuap memiliki dampak yang luas dan merusak integritas dan kepercayaan masyarakat terhadap perusaahan maupun lembaga negara, menghambat kesempatan bagi calon karyawan yang mempunyai kompetensi namun gagal masuk karena tidak mampu memberi suap.
Selain itu juga dapat merusak citra atau nama baik perusahaan khususnya PTPN 4 Regional 2 Kebun Bah Jambi akibat ulah oknum Admin PT JWM yang diduga kuat melakukan pungli atau menerima suap.
Hingga berita ini dikirimkan ke meja redaksi, baik MWP maupun pimpinan PT JWM belum dapat dimintai tanggapannya.












