Sikap tidak kooperatif ini menimbulkan tanda tanya besar. Jika memang prosedur di Pos Wasrik sudah bersih dan sesuai aturan.
“Ketertutupan akses informasi ini justru memperkuat dugaan bahwa ada hal besar yang sedang ditutup-tutupi di balik tembok Lapas” ujar warga sekitar saat dimintai keterangan.
fenomena “becak bebas” ini Menurutnya, jika makanan dan barang bisa masuk tanpa pemeriksaan mendalam, maka slogan “Lapas Bersinar” (Bersih Narkoba) hanya akan menjadi pepesan kosong.
“Lapas itu bukan terminal.
Jika becak bisa masuk begitu saja, jangan salahkan publik jika menduga ada main mata antara oknum petugas dengan pihak luar. Ini soal integritas, atau jangan-jangan ada ‘setoran’ di balik kelonggaran tersebut?” ujarnya mengakhiri.
Lemahnya kontrol di Pos Wasrik serta sikap bungkamnya pejabat Lapas IIA Pematang Siantar merupakan rapor merah kini masyarakat mendesak Kantor Wilayah Kemenkumham Sumatera Utara untuk segera turun tangan melakukan audit investigasi dan mengevaluasi kinerja Kalapas serta KPLP sebelum terjadi gangguan keamanan yang lebih besar.
Sampai berita ini diturunkan, pihak media masih menunggu itikad baik dari pihak Lapas Kelas IIA Pematang Siantar untuk meminta klarifikasi resmi.
(Tim)












