Namun, Sekda mengatakan, di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi yang menghapus batas ruang dan waktu, muncul tantangan baru yang mengancam generasi muda. Di antaranya adalah maraknya judi online, tindakan perundungan, konten negatif, penyalahgunaan narkotika, hingga masuknya pengaruh budaya asing yang perlahan mengurangi semangat gotong royong dan rasa nasionalisme.
Menyikapi hal tersebut, Sekda menegaskan bahwa Gerakan Pramuka memiliki peran strategis sebagai benteng pertahanan moril bagi anak-anak dan remaja. Melalui kegiatan kepramukaan, generasi muda diharapkan terhindar dari pengaruh buruk dan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh serta siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
Sekda juga mengingatkan agar Muscab tidak hanya penyusunan rencana lima tahunan, tetapi juga momen evaluasi mendalam untuk merumuskan arah kebijakan yang lebih adaptif dan relevan dengan tantangan zaman.
Sekda meminta seluruh kepala perangkat daerah untuk mengaktifkan kembali dan memberikan dukungan maksimal kepada Satuan Karya (Saka) Pramuka di lingkungan masing-masing. Begitu pula kepada para Camat selaku Ketua Majelis Pembimbing Ranting, agar terus mendukung setiap kegiatan kepramukaan di tingkat kecamatan.
“Mari kita alihkan energi dan waktu anak-anak dari penggunaan gawai yang berlebihan ke dalam kegiatan Pramuka yang seru, sehat, dan produktif. Hasilkanlah keputusan terbaik demi kemajuan Pramuka di bumi Habonaron Do Bona yang kita cintai ini,” pungkas Sekda.
Setelah melalui berbagai tahapan yang dilaksanakan dalam Muscab dan telah melalui rapat pleno, akhirnya memutuskan, Sekda Mixnon Andreas Simamora terpilih sebagai Ka Kwarcab Gerakan Pramuka Simalungun Periode 2026-2031.
Laporan AG












