Ia menyatakan bahwa SDM yang unggul dan generasi islami berkarakter tidak bisa diciptakan secara instan, melainkan harus dilandasi oleh ketentuan syariat Islam serta pendidikan agama Islam yang kuat.
“Kuliah lah yang baik dan disiplin. Tambah pengalaman di luar akademisi dengan menggali potensi di tengah-tengah masyarakat. Awali semester 1, mahasiswa sudah harus memiliki perencanaan masa depan. Simpulkan rencana tersebut di semester 5 untuk didalami lebih lanjut,” pesannya.
Lebih lanjut, ia memberikan saran inovatif terkait tugas akhir mahasiswa. Bupati menyarankan agar calon judul skripsi sudah mulai dirumuskan sejak semester 3 dan disesuaikan dengan passion (fesyen) masing-masing mahasiswa. Menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks, ia berharap agar birokrasi kampus tidak kaku membatasi tema penelitian skripsi.
“Jangan membatasi skripsi mahasiswa harus kaku sesuai jurusannya saja. Potensi mahasiswa itu akan tumbuh secara alami selama mereka menjalani masa akademisi di kampusnya ini,” tambah Bupati Siak.
Acara ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan kampus, di antaranya Ketua Yayasan Hubbul Wathan Siak – STAI Sulthan Syarif Hasyim, Jum Harroni, S.Sos., M.E., serta Rektor STAI Sulthan Syarif Hasyim, Dr. M. Hatta, M.Pd. Pihak kampus melaporkan bahwa saat ini total mahasiswa aktif di STAI Sulthan Syarif Hasyim mencapai 707 mahasiswa/mahasiswi, di mana 168 mahasiswa di antaranya merupakan mahasiswa baru angkatan tahun 2026.
Sinergitas yang kuat antara STAI Sulthan Syarif Hasyim dan Pemerintah Kabupaten Siak diharapkan mampu melahirkan generasi penerus daerah yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara moral dan berkarakter Islami demi kemajuan Kabupaten Siak ke depan.
Doli_wtr/Humas-Siak
www.Siakkab.go.id












