Senada juga dikatakan, Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Hetifah Sjaifudian, mengatakan kunjungan ke Kabupaten Siak memberikan gambaran langsung mengenai potensi sejarah dan budaya yang dimiliki Negeri Istana. Menurutnya, kekayaan tersebut perlu dijaga bersama karena memiliki nilai penting, tidak hanya sebagai warisan bangsa, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
“Hampir semua mitra kami memberikan respons yang sangat positif terhadap berbagai aspirasi yang dikemukakan. Mulai dari revitalisasi sekolah, termasuk SLB, sampai pelestarian dan perlindungan cagar budaya yang jumlahnya sangat banyak dan sangat bernilai,” ucapnya.
“Saya kira menjadi kewajiban pemerintah pusat untuk bersama-sama memastikan cagar budaya di Kabupaten Siak tetap lestari dan nantinya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat melalui sektor pariwisata,” lanjutnya.
Ia juga mengaku terkesan dengan konsep kunjungan yang memperlihatkan langsung kehidupan masyarakat dan identitas Kabupaten Siak. Dalam sehari, rombongan diajak mengunjungi sekolah, menyusuri kawasan bersejarah, menyeberangi Sungai Siak, menikmati kuliner lokal, hingga menyaksikan berbagai warisan budaya, baik benda maupun tak benda.
“Kesan dari awal sudah benar-benar berbeda. Kami diajak melihat langsung sumber peradaban masyarakat Siak yang berbasis sungai. Budayanya sangat kaya, mulai dari kuliner, sastra, musik sampai tarian. Padahal kami baru satu hari berada di Siak,” ujarnya.
Parlindungan Tambunan












