“Historia Vitae Magistra—sejarah adalah guru kehidupan.
Lewat pagelaran seperti ini, kita diingatkan untuk terus bangga akan jati diri kita sebagai bangsa besar,” tuturnya.
Pagelaran ini juga menjadi momentum bagi Kombes Pol Tri untuk merenungkan pentingnya sinergi antara seni dan kebangsaan.
Baginya, ketoprak bukan hanya seni pertunjukan, tetapi juga media yang mampu menyatukan masyarakat dalam semangat kebersamaan dan kebanggaan sebagai anak bangsa.
“Saya berharap, melalui pagelaran ini, kita dapat lebih menghargai perjuangan para pahlawan di masa lampau dan menjadikannya sebagai pijakan untuk membangun Indonesia yang lebih baik,” tambahnya.
Pagelaran *Retno Kencana* menjadi cermin betapa pentingnya melestarikan budaya sebagai warisan yang akan terus menginspirasi generasi mendatang.
Kombes Pol Tri Suhartanto menutup pernyataannya dengan seruan penuh semangat,
“Mari kita terus lestarikan budaya, karena budaya adalah jembatan menuju persatuan bangsa.”












