Scroll untuk baca artikel
Deskripsi Gambar Deskripsi Gambar
Berita

KNPI Riau Siapkan 100 OKP Buat Gelar Aksi Demonstrasi di Depan Mapolda dan Kantor Gubernur, Larshen Yunus : “Kasus ini Harus Jadi Atensi Bersama”

×

KNPI Riau Siapkan 100 OKP Buat Gelar Aksi Demonstrasi di Depan Mapolda dan Kantor Gubernur, Larshen Yunus : “Kasus ini Harus Jadi Atensi Bersama”

Sebarkan artikel ini

Ketua DPD KNPI Provinsi Riau lagi-lagi menegaskan, bahwa pihaknya segera Melibatkan 100 Organisasi Kepemudaan (OKP) yang terhimpun didalam naungan KNPI Provinsi Riau.

Aktivis yang dikenal Pemberani dan sangat Frontal itu katakan, bahwa pihaknya segera melakukan Aksi Unjuk Rasa dan atau Aksi Demonstrasi di depan Mapolda Riau dan Kantor Gubernur Riau. Bahkan pihaknya juga segera berkoordinasi dengan DPP KNPI, agar Aksi Demonstrasi yang sama dilakukan didepan Kantor Kementerian Dalam Negeri maupun didepan Mabes Polri di Jakarta.

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa Beberapa waktu yang lalu telah bertebaran Pemberitaan yang melibatkan Pejabat Kepala Daerah di Kota Dumai berinisial P, diduga kuat memiliki Kelainan Seksual antar Sesama Jenis, Homo Seksual atau Gay (LGBT). Bayangkan saja!!! Tampilan dia yang selama ini terlihat dan terkesan Sangat Agamis dan Berjenggot Panjang berwarna Putih seperti Uban, Justru membuat publik jadi tercengang-cengang, seraya Menjijikkan!!!

Hal tersebut terungkap setelah kuasa hukum korban, Sardo Mariada Manullang SH MH melalui Pemberitaan di media online, yang bertempat di Jalan Arifin Achmad Kota Pekanbaru, Kuasa Hukum Korban dengan Lantang Membongkar Kasus tersebut.

Mantan Hakim Ad Hock Sardo Mariada Manullang itu mengungkapkan, bahwa Kliennya itu berinisial KA telah mendapatkan Perlakuan yang sangat tidak wajar oleh P, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai tahun 2020. Kronologisnya, Korban merupakan Honorer di wilayah institusi Dinas Kesehatan Kota Dumai, persisnya di salah satu Kantor Puskesmas yang ada di Kota Dumai.

Baca Juga  PPM Manajemen serahkan Hasil Asesmen, Dua Kandidat Raih Skor Tertinggi Calon Direktur BSP

Kabarnya!!! Korban “isap Pisang alias isap Totong” oleh pelaku LGBT itu sering menghubunginya. KA melalui whatsApp dan video call kerap meminta KA untuk memenuhi keinginan P yang mengarah pada Pelecehan Seksual yang sangat Menyimpang seperti itu.

“Nah, Terlapor masih sempat-sempatnya melakukan Pelecehan kepada Klien kami di dalam Masjid,” tambah Sardo Mariada Manullang dengan nada Syok.

Terpisah, sebagaimana sikap tegas yang sebelumnya telah disampaikan oleh Ketua DPD KNPI Provinsi Riau, bahwa dugaan Skandal Kasus itu Harus dan Wajib di Klarifikasi oleh Paisal SKM MARS, yang saat ini menjabat sebagai Walikota Dumai.

“Agar publik tahu dan tentunya jangan sampai ada korban opini maupun berita hoax, maka kami ajak pak Walikota Paisal untuk bertemu dengan Kaidir Ali alias Uwok. Setelah itu Lakukan Sumpah seperti ajakan tersebut. Biarlah Semesta Alam yang menjawabnya!” ungkap Larshen Yunus.

Baca Juga  Pastikan Kesiapan Pilkada, Kapolres Tebing Tinggi dan Forkopimda Cek Sejumlah TPS

Bertempat di Kantor Sekretariat dan Tata Usaha DPD I KNPI Provinsi Riau, di Jalan Thamrin Kota Pekanbaru, hari Kamis (28/11/2024) Ketua Larshen Yunus tegaskan, bahwa pihaknya juga dengan penuh ikhlas memberikan Pendampingan Hukum secara Gratis bagi si Korban. Karena menurut Aktivis Hak Asasi Manusia itu, Skandal Kasus tersebut benar-benar sangat Menjijikkan dan Pelakunya harus segera di Kebiri dan di Hukum Mati.

“Ayo Bapak Ibu Para Pemuda di Provinsi Riau, wabbilkhusus yang berdomisili di Kota Dumai, kalaulah Skandal Kasus itu benar adanya, maka hal tersebut merupakan Faktor Bencana bagi kita semua dan tidak ada alasan yang lain!!! agar secepatnya Pelaku “isap Totong” seperti itu segera di Kebiri dan bahkan diberi Hukuman Mati” tegas Ketua KNPI Riau Larshen Yunus, dengan wajah geram.

Aktivis Anti Korupsi Lulusan dari Kampus Universitas Riau (UR) dan Sekolah Vokasi Mediator dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu juga katakan, bahwa Pihaknya segera mempersiapkan Berkas Laporan Pengaduan Masyarakat secara Resmi, tentunya kepada Otoritas Terkait, baik itu dari sisi Permasalahan Kasus LGBT maupun dari aspek Pengancaman dari pihak-pihak yang merasa terganggu atas Permasalahan tersebut.

Baca Juga  Sie Dokkes Polres Labuhan Batu Melakukan Patroli Kesehatan di Kantor Camat Wilayah Hukum Polres Labuhanbatu

“Selain kami Surati Menteri Dalam Negeri, melalui Inspektorat Jenderal (Irjen) Kemendagri, kasus ini juga harus menjadi Atensi bersama bagi Komisi terkait di DPR RI, Kasus ini juga tentunya wajib disampaikan ke meja Menteri Hak Asasi Manusia maupun kepada pihak Komnas HAM serta Aksi Demonstrasi segera dilakukan, baik itu didepan Gedung Kementerian Dalam Negeri, Gedung MPR/DPR-RI di Jakarta hingga Aksi Demonstrasi di depan Kantor Gubernur dan didepan Gerbang Mapolda Riau, di Kota Pekanbaru” ujar Larshen Yunus.

Sampai akhirnya diterbitkan Pemberitaan ini, pada hari Sabtu (30/11/2024), Ketua KNPI Provinsi Riau itu tegaskan, bahwa Gelombang Unjuk Rasa dan atau Aksi Demonstrasi akan segera dilakukan. Terhadap para Pelaku, diharapkan segera memberikan Klarifikasinya.

“Kalau memang benar Kasus tersebut, apa susahnya untuk dia Menjawab tidak dan tentunya membuat Laporan ke Kantor Polisi, atas sikap dari anak muda yang mengaku Korban LGBT tersebut. Ayo Berbenah! Katakan saja!, kalau memang benar, tetapi jangan sampai menjadi Fitnah yang justru merugikan orang lain” akhir Larshen Yunus, seraya menutup pernyataan persnya bersama para Tim Advokasi Hukum DPD I KNPI Provinsi Riau. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *