Scroll untuk baca artikel
Deskripsi Gambar Deskripsi Gambar
Berita

KNPI Riau Siapkan 100 OKP Buat Gelar Aksi Demonstrasi di Depan Mapolda dan Kantor Gubernur, Larshen Yunus : “Kasus ini Harus Jadi Atensi Bersama”

×

KNPI Riau Siapkan 100 OKP Buat Gelar Aksi Demonstrasi di Depan Mapolda dan Kantor Gubernur, Larshen Yunus : “Kasus ini Harus Jadi Atensi Bersama”

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU – Dewanusantaranews.com – Kasus LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender) dan atau Kasus Homo Seksual yang diduga dilakukan oleh Pejabat Daerah di Kota Dumai semakin hari kian Meresahkan Masyarakat.

Pasalnya, diketahui bahwa Pelaku tersebut merupakan orang nomor 1 (satu) dan kerap berpenampilan layaknya “Penghuni Syurga”

Kasus yang Sangat Menjijikkan seperti itu juga pernah dilakukan oleh salah seorang Pejabat Daerah di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Modus Pelakunya juga tetap sama, yakni dengan membungkus dirinya dan penampilannya seperti Penghuni Syurga, Alim Ulama dan Tokoh Agama, sampai akhirnya Perilaku Bejat dan Menjijikkan itu dilakukan di dalam Masjid, Wallahuallam Bissawab.

Menanggapi Fenomena Haram seperti itu, pada kesempatan ini Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Tingkat I, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau secara khusus turut Menyoroti Skandal Kasus yang Paling Menjijikkan di Kota Dumai.

Pimpinan dari INDUK Organisasi Kepemudaan (OKP) terbesar dan tertua itu katakan, bahwa Kasus Menjijikkan yang dimaksud diduga kuat dilakukan oleh Pejabat Nomor Satu di Kota Dumai, Kasus tersebut adalah Pelecehan Seksual antar sesama Jenis. Kabarnya sang Pejabat membawa seorang anak muda kedalam Masjid, alih-alih ingin melakukan kegiatan Keagamaan, hingga akhirnya sang anak muda (Lelaki) tertidur, disaat itu sang Pejabat yang ber Jenggot Putih Beruban Langsung membuka celana Korban, Lalu seketika Menghisap (Ocop) “Burung/Kemaluan” Lelaki muda itu.

Baca Juga  Melalui Anjangsana Satgas Yonzipur 5/ABW Merajut Kedekatan dan Menguatkan Persaudaraan Bersama Warga Binaan

Sontak saja ketika Praktek Haram yang Menjijikkan itu berlangsung, Lelaki muda itu langsung terkejut dan dengan berbagai Alasannya, sang Pejabat yang Jidatnya Hitam itu Mengancam seraya Menutup Mulut Korban dengan berbagai kata-kata (Kalimat).

Informasinya, Skandal LGBT (Homo Seksual) yang pada saat itu dilakukan oleh seorang Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai terhadap salah seorang anak muda Lelaki Remaja, sosok Pegawai Honorer, yang ternyata sampai saat ini Pelaku Bejat itu aktif sebagai Walikota Dumai serta kabarnya kasus tersebut Justru dilakukan didalam Masjid, benar-benar Menjijikkan, Hina dan Sangat Jahanam!

Bahkan, dalam salah satu Pemberitaan di Media Online lainnya, Pelapor Kasus dugaan Mesum di dalam Masjid, atas nama Kaidir Ali alias Uwok dengan Lantang mengajak Pelaku ataupun Terlapor Paisal SKM MARS untuk berani melakukan Sumpah Mubahalah.

Baca Juga  Kegiatan Posko Kampung Bebas Dari Narkoba Polres Labuhan Batu

Ajakan untuk melakukan Sumpah seperti itu diminta langsung oleh Korban atas nama Kaidir Ali alias Uwok pada hari Rabu (27/11/2024) dan ia yang merasa tidak terima dengan tuduhan bahwa dirinya menyebar Hoak dan Fitnah terkait keterangannya di beberapa media online.

“Kalau sekiranya dia merasa benar!? Ayo Kita Bersumpah Mubahalah, kapan dan dimana saja, saya siap!!!” ujar Uwok kepada media online detik12.

“iya bang, coba Lihat sampai sekarang ini, dia sendiri tidak membantah Faktanya dan Justru bungkam, cuma tim-timnya saja yang berkoar koar, para Penjilat itu justru mengatakan Saya menyebar Fitnah dan Hoaks serta dimana saja, saya siap!!! Ayo Kita Lakukan Sumpah Mubahalah” ujar Uwok kepada detik12.

Baca Juga  Kades Pelambaian Kab. Kampar Terbukti Melakukan Penipuan Dan Penggelapan, Divonis 10 Bulan Penjara

“Ketika Saya Buka HP dengan nomor yang Lama, hampir setiap hari ada saja Panggilan masuk dari dia itu (Paisal-red)” ujarnya.

“dan ingat ya!!! Jika dia merasa saya Memfinah, Kenapa tidak Laporkan Saya ke Polres ataupun ke Polda Riau, karena so pasti dia takut, kalau dia Melapor pasti semuanya akan Terbongkar!!! ingat ya, kebenaran akan menemukan jalannya sendiri” tegas Uwok, yang pada saat itu merupakan Pegawai Honorer di wilayah institusi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Dumai.

Pertanyaannya, kenapa baru sekarang kasus ini dibongkar??? kalau memang benar terjadi pada tahun 2020 yang lalu, si Korban hanya katakan, bahwa selama berjalannya waktu, dirinya dalam Tekanan, Ancaman dan penuh rasa Kekhawatiran (Ketakutan).

Hingga akhirnya rasa Jenuh diperlakukan seperti itu perlahan mulai muncul, rasa ingin bicara dan membongkar semuanya harus dilakukan, Masyarakat harus tahu!!! bahwa Kemunafikan itu harus segera di Bongkar!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *