“Andailah ada pasokan air dengan pH yang cocok untuk para petani, petani kami di Siak insyaallah bisa mencapai Indeks Pertanaman 3 sampai 3,5,” kata Afni.
Saat ini, kata dia, indeks pertanaman di Siak telah mencapai 2,5 meski sebagian sawah masih mengandalkan air hujan.
“Ini berkat petani dan penyuluh yang sangat luar biasa,” ujarnya.
Afni mengatakan peningkatan ketersediaan air yang sesuai untuk pertanian berpotensi mendorong peningkatan frekuensi tanam dan panen petani. Karena itu, ia berharap dukungan pemerintah pusat terhadap sektor pertanian di Siak terus diperkuat.
Ia juga menekankan bahwa peningkatan produksi pangan membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, penyuluh, dan petani.
Gerakan Tanam Serempak merupakan bagian dari upaya Kementerian Pertanian mempercepat pemanfaatan lahan hasil program Oplah dan CSR agar segera berproduksi.
Pada pelaksanaan sebelumnya, Kementan juga menempatkan peningkatan indeks pertanaman dan optimalisasi lahan sebagai sasaran utama gerakan tersebut.
(Agi Prastiyo/MC Siak)












