“Yang paling penting dari program ini adalah masyarakat dapat memperoleh air bersih dengan lebih mudah. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu mendukung kebutuhan rumah tangga, kegiatan sosial, maupun aktivitas keagamaan masyarakat sehari-hari,” imbuhnya.
Dalam rangkaian kunjungan kerjanya yang didampingi Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana Ny. Uli Simanjuntak, Kasad juga meninjau pembangunan jembatan modular (Bailey) di Desa Lubuk Ampolu, Kecamatan Badiri. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan progres pembangunan jembatan yang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas wilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung aktivitas perekonomian warga.
Kasad menekankan bahwa keberhasilan suatu program tidak hanya diukur dari proses pembangunan, tetapi juga dari keberlanjutan manfaat yang dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas yang telah dibangun perlu dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh pihak terkait.
“Kami berharap fasilitas ini dapat dijaga dan dimanfaatkan dengan baik. TNI AD hadir untuk membantu membangun, tetapi keberlangsungan program sangat ditentukan oleh kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam merawatnya,” tegas Kasad.
Terakhir, Kasad juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat gotong royong dalam menjaga sumber air dan lingkungan sekitar. Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan agar manfaatnya dapat terus dirasakan oleh generasi mendatang. *(Dispenad)*












