Program Home Visit ini adalah bagian dari transformasi menuju Polri PRESISI. “Kegiatan ini mendukung transformasi menuju POLRI PRESISI dengan prinsip kerja cerdas, kerja cepat, dan kerja tuntas. Kepedulian terhadap anggota adalah bentuk kerja cerdas dalam membangun solidaritas dan semangat korps,” ungkap AKP Verry.
“Kerja cepat ditunjukkan dengan respons segera setelah mendapat informasi bahwa anggota sakit. Kerja tuntas ditunjukkan dengan tidak hanya sekali jenguk, tapi akan terus memantau kondisi kesehatan anggota hingga sembuh total,” ujar AKP Verry.
Kunjungan ini juga menjadi contoh baik untuk polsek-polsek lain. “Polsek Bangun menjadi role model bagaimana membangun kekeluargaan yang solid. Filosofi ‘personel bukan sekadar rekan kerja, melainkan bagian dari keluarga besar’ harus menjadi budaya di semua polsek di Polres Simalungun,” ungkap AKP Verry.
Kehadiran Bhayangkari juga menunjukkan peran penting istri-istri anggota. “Ibu-ibu Bhayangkari tidak hanya mendampingi suami bertugas, tapi juga ikut peduli dengan sesama keluarga Polri. Mereka berbagi dukungan, doa, dan semangat untuk kesembuhan rekan-rekan yang sakit,” ujar AKP Verry.
Secara keseluruhan, kegiatan berjalan dengan aman dan lancar. “Kunjungan berlangsung sekitar satu jam dengan penuh kehangatan. Kapolsek memberikan bantuan, doa, dan motivasi agar Aipda Indo R. Siahaan segera pulih dan bisa kembali bertugas,” ungkap AKP Verry.
“Ini adalah pesan penting untuk semua anggota Polri: kalian tidak sendirian. Saat sakit, ada keluarga besar Polri yang akan peduli dan mendukung. Saat bertugas, ada rekan-rekan yang saling menjaga. Itulah kekuatan Polri, kekuatan kebersamaan, kekuatan keluarga,” tegas AKP Verry menutup penjelasan dengan penuh empati.
Laporan anton garingging












