Tuan Guru Batak Ahmad Sabban el-Rahmaniy Rajaguguk memberikan perspektif religius. “Beliau menyampaikan bahwa nilai-nilai adat Batak tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama. Justru keduanya saling memperkuat. Menjaga budaya adalah bagian dari bersyukur kepada leluhur dan Tuhan,” ungkap AKP Verry.
Pada kesempatan itu, Bupati secara khusus memberikan ulos kepada keluarga besar Bona Uli Rajaguguk sebagai bentuk penghormatan. “Pemberian ulos ini sangat bermakna dalam tradisi Batak. Ini adalah simbol kasih sayang, doa restu, dan penghormatan. Keluarga besar sangat terharu menerimanya,” kata Kasi Humas.
Kapolres dan Ibu Ketua Bhayangkari juga memberikan ulos kepada keluarga. “Kapolres bersama Ibu Ketua Bhayangkari turut memberikan ulos sebagai bentuk penghormatan dan doa restu. Ini menunjukkan bahwa mereka benar-benar memahami dan menghargai tradisi Batak,” ungkap AKP Verry.
Bona Uli Rajaguguk mewakili keluarga besar menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam. “Kami sangat berbahagia dan merasa terhormat karena Bapak Bupati, Bapak Kapolres, dan Ibu Ketua Bhayangkari telah meluangkan waktu untuk hadir di pesta tugu tambak opung kami. Kehadiran Bapak Ibu semua adalah kehormatan besar bagi keluarga kami,” ungkap Bona Uli dengan penuh haru.
Sepanjang acara, antusiasme tinggi terlihat dari seluruh keluarga besar dan masyarakat yang hadir. “Nuansa adat yang kental, iringan gondang yang merdu, serta kebersamaan yang erat mencerminkan kuatnya nilai kekeluargaan yang masih hidup di masyarakat Simalungun,” kata Kasi Humas menggambarkan suasana.
Ibu Ketua Bhayangkari terlihat sangat menikmati acara. “Ibu Ketua Bhayangkari ikut menari tortor bersama ibu-ibu lainnya. Beliau sangat luwes dan menguasai gerakan tortor. Ini membuat keluarga tuan rumah dan masyarakat sangat terkesan,” ungkap AKP Verry.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara Bupati, Kapolres, Ibu Ketua Bhayangkari, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, dan seluruh keluarga besar Pomparan Op Bima Sinaga. “Foto bersama ini menjadi simbol kebersamaan, penghormatan terhadap adat, serta komitmen bersama untuk menjaga dan melestarikan budaya Simalungun,” kata Kasi Humas.
Salah seorang anggota keluarga memberikan testimoni mengharukan. “Kami sangat bangga Kapolres dan Ibu Ketua Bhayangkari hadir dan benar-benar terlibat dalam acara kami. Beliau-beliau tidak hanya hadir secara fisik, tapi juga hadir dengan hati. Ini pemimpin yang benar-benar dekat dengan rakyat,” ungkap salah satu anggota keluarga.
Seorang tokoh adat yang hadir juga memberikan apresiasi. “Kehadiran Kapolres dan Ibu Ketua Bhayangkari dalam acara adat seperti ini sangat penting. Ini menunjukkan bahwa pemimpin kita menghargai dan melestarikan budaya lokal. Semoga ini menjadi contoh bagi pemimpin lainnya,” kata tokoh adat.
Di akhir keterangannya, Kasi Humas menyampaikan pesan. “Kehadiran Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang bersama Ibu Ketua Bhayangkari Cabang Simalungun NY. Nanik M. Aritonang dalam Pesta Parerean/Tugu Tambak ini adalah bukti nyata bahwa Polres Simalungun tidak hanya fokus pada tugas kepolisian, tapi juga peduli terhadap pelestarian budaya dan penguatan ikatan sosial dengan masyarakat. Mari kita bersama-sama jaga budaya Simalungun agar tetap lestari!” pungkas AKP Verry Purba menutup keterangannya dengan harapan budaya Simalungun terus lestari dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Laporan anton garingging












