Sebagai langkah strategis, dilakukan re-rayonisasi dengan pengalihan sumber produksi dari PIM Aceh ke PKT Bontang guna menjaga stabilitas pasokan di wilayah Simalungun yang merupakan daerah prioritas ketiga di Sumatera Utara.
Para distributor juga diminta untuk segera melakukan penebusan stok per April, dengan mekanisme penghabisan stok lama dari PIM secara paralel dengan pengambilan stok baru dari PKT Bontang.
Dari sisi data stok dan distribusi, diketahui bahwa pasokan cadangan turut disangga oleh stok dari Lhokseumawe sebesar 50.000 ton Urea dan 5.000 ton NPK.
Meskipun terjadi perubahan sumber produksi, harga tebus di tingkat petani dipastikan tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Sebagai tindak lanjut, disepakati penguatan pengawasan untuk mencegah praktik penjualan ilegal antar-petani serta memastikan pupuk tidak keluar dari wilayah peruntukannya.
Selain itu, proyeksi ketersediaan pupuk pada Triwulan II diperkirakan akan lebih aman seiring dengan penambahan kuota nasional menjadi 9,55 juta ton. Sosialisasi petunjuk teknis juga direncanakan pada bulan Mei atau Juni guna memberikan pemahaman terbaru kepada seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Simalungun.
Laporan AG/Taruli Clarisa Tambunan SE












