Ia menambahkan, penguatan TTIS ini merupakan langkah strategis daerah dalam membangun tata kelola pemerintahan digital yang aman, andal, dan berkelanjutan lewat penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Pondasi Utama Transformasi Digital Nasional
Dalam arahannya, Kepala BSSN Letnan Jenderal TNI (Purn.) Drs. Nugroho Sulistyo Budi menyampaikan bahwa siber dan persandian merupakan pondasi utama transformasi digital nasional. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengenai penguatan pemerintah digital.
“Saya mendorong seluruh TTIS untuk melindungi aset melalui penguatan sumber daya manusia dan penerapan standar keamanan, khususnya prinsip security by design (keamanan sejak tahap perancangan), pelindungan berlapis (defense in depth), serta resilience by architecture (ketangguhan melalui arsitektur),” tegas Kepala BSSN.
Acara pengukuhan berskala nasional ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Koperasi Hj. Farida Farichah, M.Si, Anggota Komisi I DPR RI Sabam Rajagukguk, serta para kepala daerah dan pejabat dari 59 instansi yang terdiri atas 13 kementerian/lembaga, 37 pemerintah daerah, 7 sektor kesehatan, dan 2 sektor pendidikan.
Dengan resminya SIAK-CSIRT terdaftar di BSSN, Pemkab Siak kini siap menghadapi tantangan keamanan siber global demi memberikan pelayanan publik digital yang aman dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Parlindungan Tambunan












