Cilacap – Jawa Tengah, 03-10-2025 – Dewanusantaranews.com – Kepala Desa Boja, DASTO, hingga saat ini diduga kuat tidak memiliki niat tulus untuk menyampaikan permohonan maaf secara resmi dan terbuka di hadapan dua awak media yang merasa dilecehkan.
Alih-alih melakukan pertemuan tatap muka yang menunjukkan rasa penyesalan, Dasto hanya menyampaikan maaf melalui panggilan telepon WhatsApp pada salah satu tim awak media SF, pada hari Kamis, 02/10/2025, sekitar pukul 14:20 WIB.
Sikap Kades Dasto ini menuai kecaman keras dari kalangan jurnalis.
Tri, Pimpinan Redaksi Media Lin-Ri dan perwakilan awak media di wilayah tersebut, menyatakan bahwa permohonan maaf via telepon tersebut “sangat tidak menunjukkan profesionalisme” seorang pejabat publik.
“Permohonan maaf seperti itu sangat tidak menunjukan ke-profesionalan-nya selaku pejabat pemerintah desa,” tegas Tri.
“Harusnya ia mengundang dan bertemu secara tatap muka dengan rekan media yang diduga dilecehkan. Ini adalah masalah integritas dan penghormatan terhadap profesi pers.”
Mediasi Tak Lengkap, Kades Diduga Tak Tulus
Meskipun Kades Dasto sebelumnya telah menghadiri pertemuan mediasi pada hari Rabu, 01/10/2025, bersama rekan-rekan media di Cilacap Barat , pertemuan tersebut dinilai cacat dan tidak tuntas.
Alasannya jelas: dua rekan awak media utama dari tim Kasikin yang menjadi korban dugaan pelecehan tidak hadir.












