Di tengah padatnya aktivitas dan cuaca yang cukup terik, tim kesehatan mencatat sebagian besar jemaah meneluhkan batuk dan pilek ringan. Namun secara umum kondisi kesehatan jemaah masih terkendali dan terus dipantau oleh petugas.
Menjelang waktu Magrib, seorang jemaah lanjut usia kategori risiko tinggi (Risti) asal Siak sempat mengalami demam tinggi. Berkat penanganan cepat dari tim medis, kondisi jemaah tersebut kini telah membaik.
“Alhamdulillah, saat ini demamnya sudah teratasi, kondisi jemaah stabil dan sudah mau makan kembali,” jelas Atika.
Selain tantangan kesehatan akibat cuaca panas, jemaah juga menghadapi keterbatasan fasilitas di Arafah. Kamar mandi dan toilet yang digunakan bersama beberapa kloter lain menyebabkan antrean cukup panjang.
Pasokan air untuk kebutuhan mandi dan berwudhu juga dilaporkan kurang lancar.
Kondisi tersebut turut dirasakan jemaah disabilitas karena fasilitas kamar mandi khusus pengguna kursi roda berada cukup jauh dari lokasi tenda, sehingga sebagian harus menggunakan fasilitas umum yang tersedia.
Meski demikian, semangat jemaah untuk menjalani puncak ibadah haji tetap tinggi. Usai menjalani wukuf di Arafah, mereka dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Muzdalifah untuk mabit sebelum bergerak menuju Mina guna menyelesaikan rangkaian ibadah berikutnya.
Parlindungan Tambunan












