“KRYD dilaksanakan rutin oleh Polres Simalungun dan Polsek-Polsek jajaran di seluruh Kabupaten Simalungun menjelang Ramadhan 2026 ini. Patroli KRYD merupakan langkah preventif mencegah potensi gangguan kamtibmas, terutama di malam hari,” ujar Kabag Ops Manik tegas.
Dia menambahkan, meski KRYD intensif di malam hari, bukan berarti Polri absen di waktu lain. “Personel Polres Simalungun selalu ada setiap waktu—pagi, siang, sore, malam. Kami hadir melalui berbagai program seperti Strong Point, Blue Light Patrol, hingga program unggulan ‘Simalungun Safe Tourism’,” ungkapnya.
Program Simalungun Safe Tourism, menurut Kabag Ops, dirancang khusus menjaga keamanan destinasi wisata seperti Parapat dan kawasan Danau Toba. Satuan Pengamanan Objek Vital (Sat Pam Obvit) berpatroli rutin di kawasan wisata untuk menjamin keamanan, kenyamanan, dan keselamatan wisatawan.
“Kami ingin membangun citra Simalungun sebagai destinasi aman dan nyaman. Kehadiran polisi yang proaktif dan edukatif di lokasi wisata populer membuat wisatawan merasa terlindungi. Ini juga mendukung ekonomi daerah,” ucap Kabag Ops dengan optimis.
Dia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak ragu menghubungi Polri kapan pun membutuhkan bantuan. “Call Center 110 Polri aktif 24 jam, gratis, bebas pulsa. Kami siap melayani dan melindungi masyarakat sepenuh hati,” tambahnya.
Patroli KRYD Sabtu malam kemarin berlangsung lancar dalam cuaca cerah. Meski tidak ada penangkapan, kehadiran puluhan petugas gabungan memberikan efek jera dan rasa aman bagi masyarakat yang melintas.
“KRYD adalah komitmen kami jelang Ramadhan. Polri hadir nyata, bukan hanya di kantor, tapi langsung di jalan bersama rakyat. Kami akan terus tingkatkan intensitas patroli agar masyarakat Simalungun dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan aman,” pungkas Kapolsek Bosar Maligas.
Dengan pelaksanaan KRYD yang konsisten dan terencana, diharapkan Kabupaten Simalungun tetap kondusif menjelang dan selama Bulan Suci Ramadhan 2026.
(AG/HN)












