Rokan Hulu ,Riau II – Dewanusantaranews.com — Patut diapresiasi dan diacungi dua Jempol. Dalam rangka memperkuat tali silaturahmi dan sinergitas, Kapolres Rokan Hulu (Rohul) AKBP EMIL EKA PUTRA, S.I.K.,S.H.,M.Si melakukan kunjungan silaturrahmi terhadap Seluruh Pendeta (Pimpinan Gereja) se – Kecamatan Rambah, pada Senin (05/5/2025) pagi.
Tampak, rombongan Kapolres Rohul tiba di Rumah Pendeta HKBP Exsaudi Km.06 Desa Suka Maju Kecamatan Rambah, di dampingi oleh Kasat Intelkam Polres Rohul AKP ICHSAN, S.H, KBO Sat Intelkam IPDA ABDUL MUHAMMAD, S.M, dan Kasie Humas Polres Rohul IPDA SARLIN SIHOTANG, S.H.
Silaturrahmi dengan Para Tokoh Agama Kristiani ini dihadiri oleh Pendeta Gereja HKBP Exsaudi KM.06 Pdt. RUDIANTO MANURUNG, S.Th ,Pendeta GPDI Getsemani Km 7 Jln. Abdul Rauf ,Desa Suka Maju Pdt. TIURMA SITORUS, Pendeta GPDI Kasih Km. 06 Desa Suka Maju Pdt. GOTMAN LUKAS HALOHO, S.Th, Pendeta Gereja Khatolik Santo Ignatius Km.06 Desa Suka Maju Kec.Rambah diwakili oleh Suster MARTINA BR.MALAU.
Kapolres Rohul, AKBP Emil Eka Putra, menyampaikan bahwa selaku Pihak pengamanan, Polres Rokan Hulu kali ini ingin melakukan sosialisasi sekaligus silaturahmi bersama Para Pendeta yang berada di wilayah hukum Kecamatan Rambah.
“Maksud Kami disini juga ingin menyampaikan apabila para Pendeta sekalian maupun para Jemaat nya, apabila menemukan adanya kelompok Ormas berkedok premanisme agar tidak segan segan melaporkan kejadian tersebut guna kami tindaklanjuti, ” kata Kapolres..
“Kami juga menghimbau agar dapat menyampaikan kepada para Jemaat, untuk tidak melakukan pembakaran Hutan dan lahan ; baik itu ditujukan untuk membuka lahan, maupun adanya unsur ketidaksengajaan, karena, saat ini Unsur Pimpinan Daerah Riau, bahwa Rokan Hulu sedang siaga penanganan Karhutla yang mana seperti kita ketahui bersama musim saat ini memasuki musim kemarau, ” imbau Kapolres.
Kapolres AKBP Emil juga menyampaikan kepada Tokoh Agama Nasrani, bahwa Polri melalui Polres Rohul rutin melakukan Giat “MINGGU KASIH”, guna memberikan pelayanan bagi para Pendeta dan Jemaat dalam pelaksanaan ibadah, supaya dapat berjalan aman, tertib, dan damai serta terhindar dari adanya aksi teror dan premanisme yang dapat menyebabkan keresahan ( gangguan Kamtibmas, red).












