Scroll untuk baca artikel
Deskripsi Gambar Deskripsi Gambar
Berita

Jacob Ereste : Suara dan Gerakan Kaum Wanita Indonesia Yang Patut dan Harus Diperhitungkan

×

Jacob Ereste : Suara dan Gerakan Kaum Wanita Indonesia Yang Patut dan Harus Diperhitungkan

Sebarkan artikel ini

Dewanusantaranews.com – Wanita perkasa Suku Bangsa Nusantara yang kemudian bersatu menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia sungguh banyak yang dapat disebutkan, jauh sebelum Indonesia merdeka mereka telah berjuang di medan laga. Setidaknya, Keumalahayati yang berasal dari Kesultanan Aceh, anak dari Laksamana Mahmud Syah, dan Kakeknya Laksamana Muhammad Said Syah, putra dari Sultan Salahuddin Syah yang berkuasa pada tahun 1530-1539, keturunan langsung Sultan Ali Mughayat Syah yang berkuasa di Kesultanan Aceh pada 1513-1530 pendiri Kerajaan Aceh Darussalam, jelas membuktikan darah keturunan Keumalahayati yang heroik itu Sebagai Pelaksanaan Wanita Pertama tak hanya di Nusantara ketika itu, tapi juga di dunia.

Laksamana Keumalahayati lahir pada 1 Januari 1550 dan meninggal pada 30 Juni 1615 di Aceh Besar saat bertarung untuk melindungi Teluk Krueng Raya dari Serangan bangsa Portugis yang dipimpin Laksamana Martin Alfonso De Castro. Kemunculan Laksamana Keumalahayati bermula dari pertempuran di Teluk Haru, ketika armada laut Kesultanan Aceh mengalami kekalahan bertarung dengan pasukan Portugis. Suaminya — Laksamana Zainal Abidin — tewas dalam pertempuran itu dan Keumalahayati tampil untuk mengambil alih pimpinan dan melengkapi pasukan lautnya dengan Inong Balee. Usulannya pun langsung diterima dan dikabulkan oleh Sultan Aceh.

Baca Juga  Pelaku Narkoba Berhasil Di Ringkus Polsek Raya Kahean Saat Di Warung Kopi

Pasukan Inong Balee — para janda yang menjadi pasukan berani mati ini –langsung berada dibawah komando dia sebagai Laksamana Kesultanan Aceh.

Pasukan Belanda yang berhasil dihasut dan diprovokasi oleh Portugis sengaja datang ke Aceh dari Selat Malaka. Hingga terjadi pertempuran di laut hingga pasukan Inong Balee berhasil merangsek masuk ke Armada yang dipimpin oleh Cornelis de Houtman yang tewas langsung dengan rencong Keumalahayati bersama pasukan Inong Balee yang dia pimpin dengan trengginas dan perkasa itu.

Bahkan, Keumalahayati ikut terlibat dalam perundingan untuk melepaskan tawanan daru pihak Belanda bersama Sultan Aceh untuk melepas Kapten Kapal Frederick yang mereka tawan.

Latar belakang pendidikan Keumalahayati pun tidak kaleng-kaleng. Dia menempuh pendidikan Akademi Militer Ma’ahad Baitul Maqdis. Sehingga dia sungguh mumpuni untuk menggantikan suaminya Laksamana Zainal Abidin yang gugur di medan laga pertempuran melawan Portugis. Sebelum menjabat Laksamana, Keumalahayati menegang jabatan Kepala Barisan Pengawal Istana, Panglima Rahasia dan Panglima Protokol Pemerintahan Sultan Saidil Mukammil Alaudin Riayat Syah IV.

Baca Juga  Dishub Pontianak Gelar Forum RENSTRA 2025–2029, Soroti Kemacetan dan Pengelolaan Parkir

keumalahayati memiliki 2.000 orang pasukan Inong Balee (janda-janda pahlawan yang sahid) karena berperang melawan Belanda pada tahun 1599 dan berhasil membunuh Cornelis de Houtman di geladak kapal yang dikomando Cornelis de Houtman. Hingga tokoh wanita Aceh pemberani ini lebih dikenal dengan nama Laksamana Malahayati. Benteng Inong Balee sendiri berdiri di atas bukit kecil di sepanjang Teluk Krueng yang menghadap ke Samudra India. Benteng ini dibangun pada tahun 1599 oleh Keumalahayati untuk menampung Tentara Inong Balee yang dia pimpin, sekaligus akomodasi bagi janda pejuang yang terbunuh di medan perang serta fasilitas pelatihan militer bagi wanita Aceh.

Waktu pertama benteng Inong Balee dibangun, anggotanya hanya sekitar 1.000 orang janda yang kehilangan suami saat bertempur melawan Portugis di Laut Haru. Hingga kemudian berkembang menjadi 2.000 orang termasuk perempuan-perempuan muda yang ingin ikut berjuang untuk Aceh. Gelar Pahlawan Nasional sebagai penghargaan tertinggi di Indonesia diterima Laksamana Keumalahayati atas sikapnya yang heroik yang nyata hingga patut dikenang serta ditauladani bagi segenap warga bangsa dan untuk negara Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *