Scroll untuk baca artikel
Deskripsi Gambar Deskripsi Gambar
Berita

Jacob Ereste Pengunduran Diri Gus Miftah Sebagai Utusan Khusus Presiden Patut Diapresiasi dan Dihargai

×

Jacob Ereste Pengunduran Diri Gus Miftah Sebagai Utusan Khusus Presiden Patut Diapresiasi dan Dihargai

Sebarkan artikel ini

Dewanusantaranews.com – Sikap sportif dan gentleman Miftah Maulana Habiburrahman memilih sikap mengundurkan atas kejadian pelecehan terhadap pedagang teh saat memberi ceramah atau tausiah di suatu tempat, sungguh bijak dilakukan oleh Staf Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan, karena hikmahnya dapat memberi contoh yang baik bagi pejabat publik lainnya yang merasa telah melakukan kesalahan hingga membuat warga masyarakat umum bereaksi dan mengecam perilaku yang tidak baik itu agar tidak sampai terulang untuk kedua kalinya.

Sebagai pendakwah sekaligus pengasuh pondok pesantren Ora Aji serta Staf Khusus Presiden yang viral sehingga dalam tempo yang sangat singkat telah menuai petisi lebih dari 254 ribu desakan yang menanda tangani protes keras dari warga masyarakat melalui media online yang sangat efektif untuk perhatian pihak Istana menanggapi dengan serius keluhan dan desakan warga masyarakat untuk disikapi dengan cara yang lebih bijak, sehingga tidak perlu menimbulkan keresahan dan kemarahan warga masyarakat yang berkelanjutan.

Baca Juga  Berikan Rasa Aman, Polres Tebing Tinggi Patroli Skala Besar Di Akhir Pekan

Reaksi publik yang negatif terhadap insiden ini lewat daring di Change.org berjudul “Copot Gus Miftah Dari Jabatan Utusan Khusus Presiden” telah menyebar secara meluas hingga sampai Istana. Dan Presiden Prabowo Subianto sendiri telah mengkonfirmasi bahwa ia pun telah menerima berbagai masukan terkait pelecehan yang dilakukan Gus Miftah terhadap seorang pedagang teh saat memberi ceramah atau tausiah yang telah menjadi pekerjaan profesinya. Untuk ini, mungkin perlu juga untuk dipertimbangkan, mengundurkan diri pula sebagai penceramah

Sebagai bagian dari tanggapannya, Presiden Prabowo Subianto lewat Seskab, Mayor Teddy Indra Wijaya, seperti yang telah dipublis berbagai media, Gus Miftah telah dipanggil untuk memberikan klarifikasi atas insiden yang terjadi itu. Dan juru bicara Kantor Komunikasi Presiden, Ujang Kamaruddin, pun mengungkapkan semua aspirasi dari masyarakat akan ditampung dan mendapat perhatian Presiden, sebagai sikap keterbukaan pemerintah terhadap masukan yang disampaikan publik, terutama dalam konteks kerukunan beragama seperti yang dilakukan Gus Miftah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *