Jadi usaha untuk menghimpun karya tulis yang telah berserakan di sejumlah media pada lima tahun terakhir ini (2019-2024), karena sudah diperkirakan tudak kurang seribu artikel, nyaris rampung untuk dijadikan semacam bunga ramai seperti yang sudah pernah diterbitkan “Menggugat Sastra, Wanita dan Budaya Kita” oleh PT. Bina Cipta, Bandung pada tahun 1986. Adapun kumpulan tulisan terbaru kali kini terbagi dalam tiga judul : (1) “Kesaksian Perjalanan Spiritual Sri Eko Sriyanto Galgendu”, (2) Kesaksian Perjalanan Budaya Politik Kita” dan (3) “Kesaksian Perjalanan Bangsa dan Negara Indonesia Menjelang Satu Abad”.
Serangkaian dari tiga bagian tulisan tersebut merupakan satu titik fokus perhatian penulis yang dianggap paling kristal menjadi pangkal soal masalah bagi bangsa dan negara Indonesia kemarin, hari ini dan esok yang patut disikapi dengan cara lebih bijak untuk bertarung dibantah global yang tidak mungkin dapat dielak melalui cara apapun. Kecuali masuk dan mencari celah agar tetap dapat tampil dengan kedaulatan politik, ekonomi yang mandiri serta kepribadian yang budaya luhur, setidaknya seperti yang telah disebarkan para leluhur kita.
Harapan dari usaha untuk menerbitkan tiga buku ini pun yang merupakan satu kesatuan juga dapat menandai pengharapan besar bagi bangsa dan negara Indonesia untuk menjadi kiblat peradaban dunia di masa depan. Karena itu, gerakan kebangkitan dan kesadaran serta pemahaman spiritual menjadi pincak simpul dari konsentrasi implementasi, sosialisasi dan realisasi yang perlu dijadikan kesadaran dan kesepakatan bersama untuk dilakukan dalam bentuk dan cara apapun dengan mengedepankan etika, moral dan akhlak mulia manusia sebagai wakil Tuhan — khalifatulah — di bumi.
Sekedar catatan kaki untuk rencana penerbitan bunga ramai dari tiga serangkaian ide dan gagasan yang termuat di dalamnya, dapat berkenan serta dipahami bisa mendapatkan dukungan dalam berbagai bentuk dan senilai apapun wujudnya yang nyata. Sebab dari serangkaian tiga buku bunga rampai ini tidak hanya dapat menjadi bagian dari ornamen batu nisan yang mungkin kelak akan diziarahi, tapi juga diharap mampu memicu gairah elan vital perjuangan serta etos untuk kemaslahatan bersama. San harapan terhadap penerbitan tiga buku bunga rampai ini pun tidak hanya menjadi bagian dari ornamen batu nisan semata.
Banten, 17 September 2024












