Scroll untuk baca artikel
Deskripsi Gambar Deskripsi Gambar
Berita

Jacob Ereste : Penerbitan Tiga Buku Bunga Rampai Diharap Tidak Hanya Menjadi Bagian Dari Ornamen Batu Nisan Semata

×

Jacob Ereste : Penerbitan Tiga Buku Bunga Rampai Diharap Tidak Hanya Menjadi Bagian Dari Ornamen Batu Nisan Semata

Sebarkan artikel ini

Dewanusantaranews.com – Menulis sebagai kesaksian untuk perubahan dari gerakan kesadaran dan pemahaman spiritual yang masih terus berproses mencari dan menemukan kesempurnaan hidup menjadi pendorong utama untuk melakukannya nyaris tiada lelah yang perlu dikeluarkan. Apalagi kesaksian melalui tulisan itu sendiri sangat disadari kelak akan menjadi bagian dari ornamen penghias batu nisan sendiri yang pada waktunya perlu diziarahi sekedar untuk melepas rindu bagi siapapun yang sempat singgah dalam relung kehidupan yang paling singkat sekalipun.

Sejak lima tahun terakhir, minimal satu tulisan entah dalam bentuk apapun dari perspektif karya jurnalistik modern ala media berbasis online — terus mengalir, bahkan acap kali bisa mencapai tiga karya tulis dalam bentuk dan tampilan yang berbeda ikut meramaikan publikasi dalam berbagai media yang ada di tanah air.

Baca Juga  Ketua KNPI Riau Dampingi Pengusaha ini Serahkan 500 Hektar Lahan Kebun Kelapa Sawit ke Satgas PKH

Semua karya tulis itu dibuat menjadi semacam terapi diri agar menjadi pikuk, setidaknya diharap bisa memperlambat proses pelupa yang menjadi semacam sunnattulah bagi setiap orang yang memasuki usia senja.

Idealnya memang semangat menulis tentang berbagai hal — semacam kesaksian sari aktivitas kegiatan sehari-hari pada saat usia mulai merunduk juga beranjak dari hasrat ingin menjaga akal sehat tetap segar dan jernih dengan memanfaatkan koreksi dan kritik yang kritis dari teman-teman dan pembaca yang aktif mengikuti semua jenis dan bentuk tulisan yang disajikan secara terbuka melalui beragam macam bentuk maupun tampilan media massa yang ada di Indonesia. Karena hanya dengan cara seperti itu juga bisa diperoleh usaha untuk mengkoreksi diri, meski lebih banyak diantaranya yang suka memberi pujian, lantaran dalam usia yang relatif uzur masih tetap produktif menyajikan informasi serta publikasi yang mereka anggap cukup segar dan menyerahkan pandangan serta pemahaman dari perspektif yang berbeda.

Baca Juga  Ipda Ganda Damanik Pimpin Patroli Siang, Buru Balap Liar dan Begal di Jalur Siantar-Parapat

Sebagai penulis pemula yang memulai karier dari korespondensi, lalu semakin meyakini dapat menjadi pilihan profesi pekerjaan sebagai penulis frelance sejak tahun 1970-an hingga menjadi penulis tetap untuk sejumlah koran dan majalah, guna memantapkan pilihan pekerjaan profesi ini merasa perlu mempersakti diri dengan masuk dalam jajaran redaksi secara formal pada tahun 1989 -1990 setelah bergabung dan mengelola majalah kampus hingga setahun kemudian menguji diri sebagai redaktur budaya dan seni harian umum yang lebih luas sekaligus pengelola utama Koran Mingguan pada tahun 1989-1990.

Meski begitu, profesi sebagai penulis lepas (frelance) terus berjalan hingga akhirnya mampu membagi waktu untuk ikut aktif dalam organisasi buruh sejak tahun 1992 hungga undur diri pada tahun 2022.

Baca Juga  Sat Lantas Polres Batu Bara Patroli Kibas Bendera dan Himbau Tertib Lalulintas

Diantara waktu aktif dalam organisasi buruh ini (2000 – 2006) dipercaya jadi pengendali utama sejumlah media Mingguan (Tabloid) sambil terus gencar menulis di berbagai media umum sebagai penulis frekance maupun penulis tetap untuk sejumlah media di daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *