Dewanusantaranews.com – Airlangga Hartarto yang ngibul atau Sandiaga Unu yang ngaco. Sebab info yang mereka dirilis secara meluas oleh media masa berbeda bahkan saling bertolak belakang antara yang satu dengan yang lain.
Airlangga Hartarto dalam kapasitasnya sebagai Menteri Koordinator Biang Keuangan menyatakan berulang kali bahwa PIK-2 tidak masuk dalam PSN (Proyek Strategis Nasional), sedangkan Sandiaga Uno ketika masih menjabat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengungkap catatannya saat mengikuti Sidang Kabinet, Presiden Joko Widodo memberi arahan bila PSN PIK-2 harus dilanjutkan, ujar Joko Widodo ketika rapat Kabinet, Sabtu, 24 September 2024.
PSN PIK-2 yang dekat dengan kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta ini, kata Sandiaga Uno menjadi topik bahasan dalam Sidang Kabinet itu, bahwa PSN PIK-2 harus dilanjutkan, ungkap Sandiaga Uno mengutip arahan Presiden dimasa akhir jabatannya yang akan segera usai ketika itu.
Kesaksian Sandiaga Uno ini jelas membantah pernyataan Airlangga Hartarto selaku Menko Bidang Perekonomian yang tidak benar dan dilontarkan kepada publik melalui para jurnalis, sehingga tidak saja dapat menyesatkan, tapi juga mengandung delik penipuan untuk mengarahkan publik jadi tersesat memahami masalah PSN PIK-2 dengan pemagaran laut yang jadi semena-nena itu lantaran memperoleh status PSN yang serba memperoleh kemudahan dan keistimewaan dalam melaksanakan proyek pembangunan saat melaksanakan pekerjaan proyek yang memperoleh status dan semua fasiltas kemudahan untuk PSN.












