Scroll untuk baca artikel
Deskripsi Gambar Deskripsi Gambar
Berita

Jacob Ereste : Gas Melon Yang Dijadikan Mainan Oleh Bahlil Telah Membunuh Warga

×

Jacob Ereste : Gas Melon Yang Dijadikan Mainan Oleh Bahlil Telah Membunuh Warga

Sebarkan artikel ini

Dewanusantaranews.com – Apapun alasan tentang larangan penjual gas elpiji 3 kg secara eceran oleh masyarakat, jelas sebagai sikap yang tidak berpihak kepada warga masyarakat kecil. Kebijakan seorang Menteri yang menghembuskan pernyataan bodoh ini, cukup untuk merekomendasikan yang bersangkutan masuk dalam daftar pertama Menteri yang patut diresufel dari Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto yang tidak ingin menghadapi hambatan dari para pembantunya yang kompak, sehingga harus mendapat peringatan keras dari Presiden.

Antrean pembelian gas terjadi di sejumlah tempat dan pangkalan yang menjual elpiji tiga kilogram yang artinya untuk warga masyarakat kecil. Reaksi pun baru direspon oleh pihak pemerintah setelah terjadi kegaduhan dan kericuhan hingga menimbulkan korban yang sangat memilukan.

Baca Juga  Trauma Healing Polres Sergai Bagi Keluarga Korban Penembakan

Sejumlah warga masyarakat dan pengusaha kuliner kelas bawah yang tak mungkin mempunyai stock cadangan gas elpiji di rumah atau di tempat usahanya, tampak seperti kondisi warga masyarakat Indonesia pada tahun 1960-an yang mengalami paceklik berbagai bahan makanan hingga minyak tanah untuk menghidupkan kompor jenis konvensional yang baru beralih dari kayu bakar atau arang untuk memasak.

Belum sampai sepekan diberlakukan larangan penjualan gas melon di pengecer sudah menuai malapetaka meninggalnya seorang sehabis kelelahan melakukan antre untuk membeli gas yang menjadi sulit didapatkan itu. Padahal sebelumnya, distribusi gas untuk dapat dibeli oleh masyarakat sudah cukup bagus, tinggal bagaimana mengupayakan harganya tidak terus mencekik masyarakat kelas bawah yang sedang terhimpit oleh kondisi ekonomi yang tak kunjung membaik.

Baca Juga  Polsek Perbaungan Bekuk Terduga Pelaku Pencurian

Kesulitan memperoleh gas melon elpiji tiga kilogram itu bukan hanya mendera warga masyarakat yang memerlukannya untuk keperluan di rumah. Tetapi untuk para pengusaha warung makan, bakso dan bubur hingga beragam jenis pedagang makanan keliling ikut kelimpungan seperti Ibu-ibu yang terpaksa antre hanya untuk membeli gas melon tiga kilogram itu yang sejak beberapa pekan lalu telah naik harganya dari yang diharap oleh warga masyarakat untuk disubsidi oleh pemerintah. Toh, pihak Pertamina sendiri mengaku bisa mengantongi keuntungan yang terbilang besar setiap tahun. (Baca : Sekilas Sejarah dan Peran PT. Pertamina Yang Ideal Untuk Bangsa dan Negara Indonesia, Global Cyber News, 2024/11/13, Jacob Ereste)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *