Dalam bidang ekonomi, tampaknya Prabowo Subianto tidak hanya mewarisi kepakaran sang ayah, Soemitro Djojohadikoesoemo yang terkenal sebagai begawan ekonomi Indonesia yang telah melahirkan seabrek pakar ekonomi di Indonesia. Tetapi juga sang kakek, Raden Mas Margono Djojohadikusumo tercatat dalam sejarah sebagai pendiri Bank Negara Indonesia pada tahun 1946.
Kecuali trah keluarga Prabowo Subianto yang sangat mulia dan terhormat itu, ia pun cukup dominan mendapat dimensi pemahaman sosialis dari lingkungan keluarga besarnya yang tidak diragukan kepeduliannya pada rakyat kecil yang papa untuk mendapat perhatian dan diberdayakan agar dapat menjadi asset nasional guna mengelola sumber alam dan hasil bumi yang subur di negeri ini.
Hasyim Soejono Djojohadikusumo sang adiknya, adalah pengusaha sukses, pemilik Arsari Group, dan aktif berkiprah di politik sebagai Wakil Ketua Pembina Partai Gerindra. Tentu sebagai pengusaha yang terbilang kaya, tak lagi perlu kemaruk seperti kebanyakan orang yang tidak bisa membatasi diri akibat beban masa silam yang kelam. Hasyim Soejono Djojohadikoesoemo juga seorang filantropis yang penuh semangat serta komitmen terhadap NKRI seperti gigih telah dia buktikan untuk menjaga dan melestarikan budaya tradisi bangsa lewat pendidikan dan pelestarian lingkungan hidup hingga satwa langka.
Agaknya, nama besar keluarga ini dapat menjadi garansi sosok Presiden Prabowo Subianto yang akan serius dan tawadhu menjalankan amanah rakyat, minimal seperti yang telah diperjanjikan bersama segenap warga bangsa Indonesia melalui Mukadimah UUD 1945 dan Pancasila.
Topik penting ini, menjadi pembahasan serius bersama Wowok Pranowo, Joyo Yudhantono seorang aktivis pergerakan serta Sri Eko Sriyanto Galgendu, Pemimpin Spiritual Nusantara hingga sangat yakin kelak semua itu akan dilakukan oleh Prabowo Subianto sebagai Presiden Indonesia ke-9 yang berbuat banyak menata Indonesia pada periode 2024-2029. Ibarat kata, kata kawan Bang Jali Pitung yang juga kawan penulis dari Marunda itu, rakyat bisa lebih santai dan nyaman dipimpin Prabowo Subianto. Seakan seperti baik sepeda yang santai, bisa lepas tangan. Artinya, kalangan aktivis dan kritikus boleh sedikit lega, sebab yang dipertaruhkan Prabowo Subianto justru adalah trah. Jadi sangat jauh dari kontaminasi ambisi membangun dinasty.
Acara Diskusi singkat yang intens di Sekretariat GMRI (Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia) ini pun sungguh memberi semacam angin segar. Setidaknya bagi GMRI untuk melaksanakan pertemuan besar persahabatan dan persaudaraan antar umat beragama sedunia dari berbagai bangsa dalam waktu dekat di Indonesia.
Jakarta, 13 Agustus 2024












