Ikut pula sastrawan politik Achmad Khozirudin yang selalu garang meneriakkan keadilan untuk rakyat. Hingga dia harus berulang kali meminta supaya negara hadir dan menegaskan tidak boleh ada entitas Negara di dalam Negara di proyek PIK – 2. Dan kehadiran negara harus mencabut status PSN PIK – 2 dan segera menghentikan proyek ilegal tersebut. Lalu lakukan audit menyeluruh atas pelaksanaan proyek PIK – 2 itu, tandasnya.
Lalu ada juga aktivis Muhammad Said Didu yang mengaku sebagai “manusia merdeka” yang melihat Indonesia telah dikudeta oleh Jokowi bersama oligarki hitam sejak 2016. “Salah satu alat yang digunakan adalah UU Cipta Kerja”, tandasnya. Kecuali itu, Jokowi sudah menjual tanah air, termasuk tambang dan jutaan hektar lahan kepada oligarki dan kepada bangsa asing. Upaya penyelesaiannya, kata Said Didu bukan melalui hukum, tapi melalui revolusi.
Informasi yang terhimpun untuk acara tersebut akan diikuti oleh aktivis Emak-emak yang tergabung dalam Aspirasi se Jabodetabek dan Banten. Diantaranya pun siap menyampai orasi singkatnya tentang penjarahan tanah rakyat yang dilakukan secara paksa dan semena-mena seperti yang terjadi di kawasan PIK – 2 sepanjang partai Utara Jakarta hingga Tangerang, Banten.
Banten, 7 Januari 2025












