IPA Sumut memberikan contoh yaitu Tokoh Pendidikan Ki Hadjar Dewantara lahir dari keluarga kaya Indonesia pada era kolonialisme Belanda. Tapi tetap menginginkan agar semua kelas ekonomi masyarakat pribumi Hindia Belanda waktu itu harus setara mendapatkan pendidikan.
Ki Hajar Dewantara dikenal karena berani menentang kebijakan pendidikan pemerintah Hindia Belanda pada masa itu, yang hanya memperbolehkan anak-anak kelahiran Belanda atau orang kaya yang bisa mengenyam bangku pendidikan.
Hari nasional ini ditetapkan melalui Keppres No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959.
Kritiknya terhadap kebijakan pemerintah kolonial menyebabkan ia diasingkan ke Belanda, dan ia kemudian mendirikan sebuah lembaga pendidikan bernama Taman Siswa setelah kembali ke Indonesia. Ki Hadjar Dewantara diangkat sebagai menteri pendidikan setelah kemerdekaan Indonesia.
Filosofinya, tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan), digunakan sebagai semboyan dalam dunia pendidikan Indonesia.
“Khusus untuk di Indonesia ini pendidikan harus lebih baik lagi pendidikan yg kita dapat kan, dan jangan hanya formalitas tanpa kualitas” pesan Bang Irham Tajhi akhiri wawancara.












