Bupati juga mengingatkan agar transformasi digital tidak hanya berhenti pada acara peluncuran semata, melainkan benar-benar diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari di setiap nagori dan kecamatan.
“Perubahan jangan hanya menjadi pesta, jangan berhenti pada launching. Perubahan harus kita jalankan bersama-sama dengan akhlak, integritas, ketelitian, dan hati nurani,” pesannya.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa kecanggihan sistem harus diiringi ketelitian dan kejujuran para penggunanya.
“Kesalahan sistem dapat diperbaiki, tetapi pelanggaran adalah persoalan yang berbeda. Bekerjalah dengan hati nurani. Apa yang kita pikirkan, kita ucapkan, dan kita kerjakan harus sejalan,” pungkasnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Simalungun secara resmi meluncurkan aplikasi SIMARATUR sekaligus melakukan penandatanganan tanda dimulainya implementasi di seluruh wilayah Kabupaten Simalungun.
Melalui SIMARATUR, Pemkab Simalungun menargetkan pengelolaan aparatur nagori semakin teratur, terbuka, dapat dipertanggungjawabkan, dan berbasis data yang andal. Pada akhirnya, tata kelola yang baik di tingkat nagori akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat Simalungun.
Laporan AG












