Korban pertama, Alif, berhasil ditemukan tak lama setelah pencarian dimulai. Selanjutnya, korban kedua, Abdul Malik, ditemukan dan segera dievakuasi oleh warga serta anggota Brimob ke Puskesmas Atinggola. Namun, meski sudah mendapat penanganan medis, kedua kakak beradik tersebut dinyatakan meninggal dunia.
“Kehadiran cepat anggota Brimob dan warga sangat membantu dalam proses pencarian, namun arus sungai yang kuat membuat kedua anak tersebut tidak dapat diselamatkan,” tambahnya.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain di dekat sungai, terutama pada musim hujan ketika debit air meningkat dan arus menjadi lebih deras.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan serta sinergi semua pihak dalam menjaga keselamatan di lingkungan masing–masing.
(Amir Datau )












