Simalungun – Dewanusantaranews.com – Unit INAFIS Sat Reskrim Polres Simalungun terus bekerja keras mengungkap identitas sesosok mayat perempuan tidak dikenal yang ditemukan mengapung di pinggiran Sungai Bah Bolon, Huta III Nagori Bah Lias, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, beberapa hari lalu. Meski telah mengerahkan berbagai metode identifikasi forensik kepolisian yang canggih, identitas korban yang dijuluki Mrs. X tersebut hingga kini belum berhasil terungkap. Polres Simalungun pun mengimbau masyarakat luas yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor.
Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi pada Rabu, 20 Mei 2026 pukul 22.22 WIB, menjelaskan bahwa Unit INAFIS Polres Simalungun telah dan terus melakukan upaya maksimal dalam mengidentifikasi jenazah tersebut sebagai bentuk nyata pelayanan Polri yang berintegritas dan humanis kepada masyarakat.
Personel INAFIS Polres Simalungun, AIPDA Sujid Saputra, menjelaskan secara terbuka kendala yang dihadapi timnya dalam proses identifikasi jenazah Mrs. X tersebut.
“Keadaan mayat saat ini sangat sulit untuk dikenali. Jenazah sudah memasuki fase pembusukan lanjut, wajah sudah tidak jelas, dan yang paling menyulitkan adalah pola sidik jari korban sudah tidak bisa terbaca sama sekali. Kami telah menggunakan berbagai metode identifikasi kepolisian mulai dari alat khusus MAMBIS, metode pencocokan sinyalemen, iris mata, gigi, hingga sidik jari, namun belum membuahkan hasil terkait informasi identitas korban,” ucap AIPDA Sujid Saputra dengan nada serius.
Dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, Unit INAFIS berhasil menghimpun sejumlah data deskriptif jenazah yang dapat dijadikan acuan bagi masyarakat. Korban dipastikan berjenis kelamin perempuan, dengan perkiraan usia lebih dari 40 tahun. Kondisi jenazah berada dalam fase pembusukan lanjut, dengan perkiraan waktu kematian sudah lebih dari tujuh hari sebelum ditemukan. Adapun pakaian terakhir yang melekat pada tubuh korban adalah kemeja berwarna merah dan celana panjang bermotif liris berwarna coklat bata.
“Apabila ada warga yang mengenal ataupun mengetahui ciri-ciri tersebut, kami mohon untuk segera menghubungi Call Center Polri di nomor 110 yang bebas pulsa, atau menghubungi pihak kepolisian terdekat, bisa juga langsung mendatangi RSUD Dr. Djasamen Saragih, Pematang Siantar. Semoga identitas korban dan keluarganya segera dapat diketahui,” ujar AIPDA Sujid Saputra penuh harap.












