Kampar: 2 jembatan, Rokan Hulu: 2 jembatan,Rokan Hilir: 3 jembatan, Indragiri Hulu: 4 jembatan
Indragiri Hilir: 2 jembatan, Siak: 2 jembatan, Pelalawan: 2 jembatan
Dumai: 1 jembatan, Kuantan Singingi: 2 jembatan, Kepulauan Meranti: 3 jembatan, Pekanbaru: 1 jembatan, dan Bengkalis: 2 jembatan.
Jenis jembatan bervariasi, mulai dari beton, jembatan gantung, hingga konstruksi kayu, disesuaikan dengan kondisi geografis.
Ditempat yang sama, Karo Ops Polda Riau Kombes Pol Ino Harianto menambahkan, prioritas pembangunan diberikan pada jembatan yang menjadi urat nadi pendidikan dan perekonomian masyarakat, salah satunya di Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir.
“Di lokasi tersebut, anak-anak sekolah masih menggunakan perahu kecil yang sangat berisiko. Ini soal keselamatan generasi masa depan,” tegasnya.
Selain jembatan, Polda Riau juga akan merenovasi fasilitas sekolah, seperti SD Negeri 020 di Inhil, yang menjadi satu-satunya sekolah di wilayah tersebut.
Pembangunan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan sekitar 250 personel Polri, terdiri dari personel Polda Riau, Satbrimob, Ditpolairud, Polres jajaran, serta masyarakat setempat sejak tahap perencanaan hingga pemeliharaan.
Pendanaan pembangunan bersumber dari kolaborasi multipihak, melibatkan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, masyarakat, dan media sebagai bentuk sinergi untuk memastikan keberlanjutan program.
Seluruh pembangunan dan renovasi jembatan ditargetkan rampung dalam waktu satu bulan dan akan segera diresmikan untuk digunakan masyarakat.
“Ketika jembatan rusak, masyarakat tidak punya banyak pilihan. Negara melalui Polri hadir untuk memastikan masyarakat bisa hidup, belajar, dan beraktivitas dengan aman,” tutup Wakapolda.
YB.SIHOTANG












