Ia menegaskan, Tim RAGA merupakan ujung tombak Polda Riau dalam upaya pencegahan dan penindakan terhadap geng dan anarkisme.
Oleh karena itu, seluruh personel dituntut memahami aturan secara utuh agar pelaksanaan tugas berjalan efektif, terukur, dan tidak menimbulkan permasalahan hukum di kemudian hari.
Sebanyak 244 peserta dari personel Polda Riau Jajaran yang ikut pelatihan gelombang II ini terlihat antusias mengikuti pembekalan dan diskusi yang berlangsung hingga malam hari.
Diharapkan, melalui kegiatan ini, kesiapsiagaan, kemampuan analisis, serta profesionalisme personel semakin meningkat dalam merespons dinamika kamtibmas di lapangan.
“Melalui penguatan Tim RAGA, upaya pencegahan terhadap aksi geng, kenakalan remaja, dan tindak anarkisme dapat semakin optimal, sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di seluruh wilayah Provinsi Riau”, pungkasnya.
YB.SIHOTANG












