Langkah keempat yang harus diperhatikan adalah menghindari penumpukan colokan listrik. “Jangan menumpuk terlalu banyak colokan listrik pada satu stop kontak. Penumpukan ini bisa menyebabkan beban berlebih pada stop kontak dan memicu kebakaran akibat overload,” ungkap Kapolres menjelaskan risiko teknis.
AKBP Marganda memberikan tips praktis untuk mengatasi kebutuhan banyak colokan. “Jika Anda membutuhkan banyak sambungan listrik, pasang stop kontak tambahan dengan instalasi yang benar oleh teknisi profesional. Jangan asal menyambung dengan kabel gulung atau T sambungan yang bertumpuk-tumpuk. Ini bom waktu yang bisa meledak kapan saja,” kata Kapolres memberikan peringatan serius.
Kapolres juga menganjurkan investasi kecil untuk keselamatan. “Saya sarankan setiap rumah memiliki APAR atau Alat Pemadam Api Ringan. Harganya tidak mahal dibanding kerugian jika rumah terbakar. Minimal sediakan ember berisi pasir dan karung goni basah untuk antisipasi kebakaran kecil,” ungkap AKBP Marganda memberikan saran tambahan.
Lebih lanjut, Kapolres menekankan pentingnya edukasi kepada seluruh anggota keluarga. “Ajarkan anak-anak tentang bahaya api dan cara menghindarinya. Jangan biarkan mereka bermain dengan korek api, lilin, atau kompor. Edukasi sejak dini sangat penting untuk mencegah kecelakaan,” kata AKBP Marganda menyoroti aspek pendidikan keluarga.
Kapolres juga mengajak partisipasi aktif masyarakat dalam sistem keamanan komunal. “Bangun sistem keamanan bersama dengan tetangga. Saling mengingatkan dan membantu jika terjadi kebakaran. Gotong royong dalam hal keselamatan ini sangat penting,” ungkap AKBP Marganda mengajak solidaritas warga.
Jika terjadi kebakaran, Kapolres memberikan instruksi tegas. “Segera hubungi 110 atau pemadam kebakaran. Jangan panik dan prioritaskan keselamatan jiwa. Barang bisa dicari lagi, tapi nyawa tidak bisa diganti,” kata AKBP Marganda memberikan arahan darurat.
Di akhir penjelasannya, Kapolres memberikan pesan yang sangat personal kepada masyarakat. “Dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan ini, kita dapat mengurangi risiko kebakaran dan menjaga keamanan rumah serta keluarga. Rumah adalah istana kecil kita, tempat keluarga tercinta berada. Jaga dengan baik, jangan sampai kelalaian kita menghancurkan segalanya,” pungkas AKBP Marganda Aritonang menutup himbauan pentingnya dengan penuh kepedulian terhadap keselamatan masyarakat Simalungun.
(AG)












