Afni juga menekankan pentingnya menanamkan kecintaan terhadap sejarah kepada generasi muda. Sebagai bentuk penghormatan terhadap Sultan Syarif Kasim II, Pemkab Siak telah menginstruksikan pemasangan foto Sultan Syarif Kasim II di seluruh ruang publik.
Selain itu, Mars Kabupaten Siak diwajibkan dinyanyikan pada setiap kegiatan seremonial setelah lagu kebangsaan Indonesia Raya.
“Sebagai anak cucu Siak, kita memiliki utang sejarah yang besar. Jangan sampai kita maupun anak cucu kita melupakan sejarah,” katanya.
Ia menambahkan, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui keberadaan Istana Siak sebagai salah satu peninggalan kerajaan yang masih berdiri kokoh hingga kini.
Padahal, Kesultanan Siak memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa, terutama ketika Sultan Syarif Kasim II menyerahkan tahta dan kekayaannya untuk mendukung perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.
“Kita memiliki tanggung jawab untuk mengingatkan Republik ini bahwa pernah ada seorang Sultan yang rela menyerahkan harta dan tahtanya demi kemerdekaan Indonesia,” ujar Afni.
Selain melestarikan sejarah, Pemkab Siak juga berkomitmen meningkatkan antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan keagamaan.
“Kami akan terus berupaya agar setiap kegiatan keagamaan mampu menarik seluruh lapisan masyarakat. Jangan hanya kegiatan yang bersifat duniawi yang ramai, tetapi kegiatan keagamaan juga harus menjadi ruang berkumpul masyarakat,” ucapnya.
Parlindungan Tambunan












